Penemuan Dua Jenazah Ayah dan Anak
Mayat Ayah dan Anak Ditemukan di Kediamannya, Ada Bekas Jeratan di Leher
Sehari-harinya korban yang merupakan buruh harian lepas tersebut tinggal bersama dengan istri dan ketiga orang anaknya.
Penulis: Arya Bima Mahendra |
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Penemuan mayat ayah dan anak laki-laki yang masih berumur 3 tahun di sebuah desa wilayah Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah perlahan-lahan mulai terungkap.
Mayat pria dewasa dengan identitas Uj (38) ini ditemukan menggantung di seutas tali di dapur rumahnya.
Sedangkan anaknya M (3) ditemukan sudah tidak bernyawa oleh ibu kandungnya sendiri di sebuah ayunan di ruang tengah.
Kapolsek Sungaiselan, Iptu Hafiz Febrandani mengatakan bahwa kematian Ujang disebabkan oleh kematian tak wajar ketika rumahnya sedang sepi.
"Dari keterangan warga sekitar, memang ini adalah peristiwa menghilangkan nyawanya sendiri, karena waktu kami datang ke TKP pun memang ada seutas tali yang menggantung di dapur rumah korban," ucap Iptu Hafiz, Senin (8/8/2022).
Dia menjelaskan, ketika pihaknya sampai ke TKP, posisi korban dan anak bungsunya itu sudah dievakuasi oleh warga sekitar.
Hafiz mengungkapkan, sehari-harinya korban yang merupakan buruh harian lepas tersebut tinggal bersama dengan istri dan ketiga orang anaknya.
Namun saat peristiwa itu terjadi, istri korban bersama anak keduanya yang masih SD pergi ke rumah kakeknya yang ada di Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan.
Sedangkan, anak pertamanya sedang sekolah sehingga yang ada di rumah saat itu adalah Uj dan anak bungsunya.
Dari informasi yang dihimpun Bangkapos.com, diketahui bahwa anak bungsu Uj tersebut dalam keadaan sakit dan telah menjalani berbagi pengobatan, bahkan hingga ke luar Pulau Bangka dan tidak kunjung sembuh.
"Kami duga, korban ini menghabisi nyawa anaknya terlebih dahulu dan kemudian bunuh diri. Mungkin sudah putus asa karena anaknya enggak sembuh-sembuh dan sudah habis uang banyak untuk berobat," jelas Iptu Hafiz.
Keterangan tersebut diperkuat dari hasil visum luar. dr Suroto selaku dokter forensik yang menangani kedua jenazah tersebut mengungkapkan bahwa kedua korban meninggal karena asfiksia (kegagalan bernafas-red).
"Kalau jenazah ayahnya (Uj-red) memang jelas ada bekas jeratan tali di leher. Sedangkan anaknya ada bekas kemerahan pada bagian muka, terutama disekitar hidung dan mulut. Kemungkinan dibekap sehingga tidak bisa bernafas," ungkap Suroto.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220808-menunggu-hasil-visum.jpg)