Breaking News:

Berita Kriminalitas

Pakai Dana Desa Air Saga Rp 600 Juta untuk Bisnis Tanah, Mantan Kaur Pemdes Perawas Terjerat Tipikor

Nanda Setiabudi, Kaur Pemerintahan Desa Perawas, ikut terseret dalam kasus korupsi dana desa Ari Saga, Tanjung Pandan, Belitung.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com
Ilustrasi koruptor atau korupsi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Nanda Setiabudi, Kaur Pemerintahan Desa Perawas, ikut terseret dalam kasus korupsi dana desa Ari Saga, Tanjung Pandan, Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tahun 2019-2020.

Saat ini berkas perkara Nanda, telah dilimpahkan penyidik Kejari Belitung, ke Pengadilan Negeri PHI/ Tipikor Kelas 1A Pangkalpinang.

Humas Pengadilan Negeri PHI / Tipikor Kelas 1A Pangkalpinang, Wisnu Widodo menyebut, beberapa hari yang lalu pihaknya telah menerima berkas perkara Tipikor atas nama Nanda Setiabudi.

Dalam waktu dekat terdakwa bakal menjalani sidang agenda pembacaan dakwaan.

"Belum lama ini penuntut umum telah melimpahkan berkas perkara Tipikor  atas nama Nanda Setiabudi
dalam waktu dekat yang bersangkutan akan memasuki agenda pembacaan dakwaan," ungkap Wisnu Widodo, Kamis (11/8/2022) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Baca juga: Waspada PMK Masih Mengintai Bangka Belitung, Ada 106 Sapi yang Terjangkit, Target Vaksin 14.640 Ekor

Baca juga: Empat Sepeda Motor Jadi Barang Bukti, Spesialis Curanmor Dihadiahi Timah Panas

Dalam surat dakwaan JPU, Nanda didakwa, sebagai orang yang turut serta melakukan percobaan, pembantuan, atau permufakatan jahat menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana.

Dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul harta kekayaan.

Tindakan tersebut  bermula dari hubungan pertemanan antara Nanda dengan Bendahara Desa Air Saga, Gian Yuslindah (terpidana) yang terjalin sejak 2014 silam.

Karena hubungan pertemanan keduanya saling membantu menutupi kekurangan terhadap temuan kekurangan kas desa yang terpakai baik oleh saksi Gian Yuslindah maupun oleh terdakwa Nanda Setiabudi.

Kerjasama tersebut terus  berlangsung walaupun tahun 2017, Nanda sudah berhenti menjabat sebagai Kaur Pemerintahan Desa Perawas.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Sebut Faktor Ini Jadi Penyebab Belum Signifikannya Babel Jadi Tujuan Wisata

Baca juga: Propam Polda Sidak Anggota Polres Bangka, Lakukan Pemeriksaan Urine hingga Senpi

Tahun 2019 terdakwa Nanda Setiabudi yang saat itu menjalankan bisnis jual-beli tanah di daerah Kabupaten Belitung membutuhkan dana untuk modal bisnisnya.

Kemudian Nanda menghubungi saksi Gian untuk meminta bantuan. Saat itu Gian mengatakan bahwa secara pribadi ia tidak memiliki uang.

Kemudian saksi Gian mengatakan kepada Nanda, jika ada uang sisa kegiatan Desa Air Saga, jika ingin digunakan dan Nanda pun menyetujuinya.

Periode tahun 2019 Nanda, menerima uang dana Desa Air Saga tahun anggaran 2018-2019 dari saksi Gian Yuslindah, dengan jumlah lebih kurang Rp 600 juta.

Agar tidak mencurigakan, dana tersebut ditransfer ke rekening BCA milik Nanda sebesar R 399.600.000.

Setelah itu barulah kemudian dipindahkan ke rekening Nanda secara bertahap.

Uang tersebut  dipergunakan Nanda untuk membeli kendaraan dan tanah.

( Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved