Kamis, 14 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Persiapan Sembahyang Rebut Muntok, Berharap Keselamatan dan Kerukunan Umat di Dunia

Tradisi Sembahyang Rebut ini akan digelar pada Jumat (12/8/2022) besok atau setiap bulan 7 tanggal 15 penanggalan di kalender Cina.

Tayang:
Penulis: Yuranda |
Bangkapos.com/Yuranda
Beberapa patung di dalam Kelenteng Kong Fuk Miau Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (11/8/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Persiapan Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut sudah terasa di Kelenteng Kong Fuk Miau Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (11/8/2022).

Tradisi Sembahyang Rebut ini akan digelar pada Jumat (12/8/2022) besok atau setiap bulan 7 tanggal 15 penanggalan di kalender Cina.

Terlihat patung ukuran besar bernama Jin Thai Se Ja sudah disiapkan, terdapat pula beberapa patung, 11 miniatur rumah dan kantor, dan beberapa patung lainnya sudah disiapkan di kelenteng tersebut.

Patung-patung itu nantinya akan dibakar di halaman kelenteng Kong Fuk Miau Muntok. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa setempat ialah mengharapkan keselamatan dan kerukunan antar umat di dunia.

Pengurus Kelenteng Kung Fuk Miau Muntok, Paularita Miewien mengatakan, butuh waktu dua bulan, untuk mempersiapkan tradisi Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut ini.

"Tradisi keagamaan Chit Ngiat Pan atau Sembahyang Rebut. Sudah siap digelar. Hari Sembahyang Rebut ini pada Jumat (12/8/2022) besok, setiap bulan 7 tanggal 15 penanggalan kalender cina," kata Paularita Miewien, Kamis (11/8/2022).

Kata dia, sejauh ini persiapan sudah 95 persen, hari ini finishingnya terakhir yaitu pemasangan ataupun penepatan patung-patung. Sudah harus diarea dimana tempat ritual tersebut.

Paularita menambahkan, tradisi ini menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa setempat ialah mengharapkan keselamatan dan kerukunan antar umat di dunia.

"Masyarakat Tionghoa itu mulai datang sejak Jumat subuh untuk berdoa. Karena dalam ritual itu mereka berdoa tidak hanya yang diritualkan untuk sembayang rebut. Tapi dibangunan utamanya juga," ujarnya.

Tradisi Sembahyang Rebut ini kata Paularita dimulai dengan setelah dibukanya mata patung Jin Thai Se Ja.

"Karena di hari H di tanggal 15 itu memang wajib untuk ritual. Jadi masyarakat bisa langsung untuk ritual terlebih dahulu. Kalau sembayang rebutnya, setelah dibukanya mata patung Thai Se Ja," ucapnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved