Breaking News:

Berita Bangka

Ketua PWI bangka Minta Hapuskan Kompensasi KIP untuk Media

Zuesty Noviyanti juga menegaskan kembali bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan uang kompensasi KIP yang beraktifitas di Pantai Matras.

Penulis: deddy_marjaya | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/deddy marjaya
Perwakilan PT Timah Tbk menemui warga dan wartawan di Pantai Matras Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka terkait aliran dana kompensasi KIP di Perairan Matras Jum'at (12/8/2022) petang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua PWI Kabupaten Bangka, Zuesty Noviyanti meminta kompensasi dari kapal isap produksi (KIP) untuk media dihapuskan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Zuesty Noviyanti kepada pihak humas PT Timah Tbk yang datang ke kawasan Pantai Matras guna mengecek penyaluran kompensasi Sabtu (12/8/2022) petang.

"Saya minta pihak PT Timah menyampaikan kepada mitra KIP mereka agar kompensasi kepada media dihapuskan karena tidak berhak memakan uang tersebut karena kompensasi diberikan untuk warga terdampak aktifias KIP. La kalo wartawan atau media dampaknya apa, malah merusak independensinya," kata Zuesty Noviyanti.

Zuesty Noviyanti juga menegaskan kembali bahwa dirinya tidak pernah mendapatkan uang kompensasi KIP yang beraktifitas di Pantai Matras.

Dirinya juga merasa kesal ada pihak pihak tertentu dan wartawan yang menghembuskan isu dan fitnah dirinya juga dapat aliran dana kompensasi.

"Jika ini fitnah atau tanpa bukti akan saya ambil tindakan temasuk membawa ini ke jalur hukum siapapun itu yang fitnah saya termasuk katanya wartawan," kata Zuesty Noviyanti.

Harapan pan agar kompensasi dari KIP untuk Media dihilangkan juga disampaikan wartawan lainnya.
Julian wartawan online mengatakan memang tidak elok jika ada kompensasi untuk media dan mendingan dihilangkan.

Berbeda jika pihak perusahaan mitra melakukan Mou dengan media bekerjasama terkait pemberitaan, iklan dan lainnya.

"Kan dak bener kalau kayak sekarang kompensasi untuk media tapi yang ngambil wartawan segelintir orang lagi beda kalau Mou langsung dengan pihak media kan bukan ke wartawan tapi ke perusahaan media dan dapat dipertanggungjwablkan," kata Julian.

Seperti diketahui dana kompensasi dari kapal isap produksi yang beroperasi di perairan Matras tak hanya mengalir ke masyarakat terdampak namun juga untuk panitia, LSM dan media.

Ada Rp 300 perkilogramnya yang dialokasikan untuk media antara lain Rp 200 dari panitia Kampung Matras dan Rp 100 dari panitia Sinar Jaya.

Pihak PT Timah Tbk mengakui saag ini ada 9 unit KIP milik mitra dan 1 unit milik PT Timah Tbk.

Padahal dari pantauan bangkapos.com Jum'at (13/8/2022) ada 16 KIP yang beropersi di Matras. Kemungkinan 6 unit lainnya milik perusahaan mitra pemda.

Dari PT Timah Tbk dan mitranya saja sudah behasil mengangkat 2.000 ton lebih pasir timah. Artinya ada sekitar lebih Rp 600 juta dana untuk media yang telah diberikan yang menurut informasi diserahkan kepada salah satu oknum wartawan sejak awal KIP beroperasi.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved