Selasa, 7 April 2026

Berita Bangka

Warga Rebutan Sesajen Sembahyang Rebut Chit Ngiat Pan

Mereka menunggu kode pihak pengurus Klenteng untuk memperebutkan sesaji yang dilaksanakan mendekati pukul 24.00 WIB.

Penulis: deddy_marjaya |
Bangkapos.com/deddy marjaya
Warga rebutan sesaji saat sembahyang rebut di Klenteng Hap Miau Desa Merawang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Jumat (12/8/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ribuan warga sudah memadati dan mengelilingi meja meja tempat sesajen didepan patung Thai Se Ja di sejak pukul 22.30 WIB Jumat (12/8/2022) malam di Klenteng Hap Miau Desa Merawang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Mereka menunggu kode pihak pengurus Klenteng untuk memperebutkan sesaji yang dilaksanakan mendekati pukul 24.00 WIB.

Bahkan anggota Polsek Merawang dan Koramil Merawang bersama panitia terus meminta warga untuk tidak mengambil sesaji.

Tiba tiba teriakan kode pengurus Klenteng terdengar seperti mengkomandoi warga yang serentak berebut sesajj.

Sembako, buah buahan dan makanan dalam sekejap lenyap diambil warga. Terlihat kegembiraan saat terjadinya rebutan sesaji sembari terdengar canda tawa.

Bagi warga keturunan Tionghoa bisa mendapatkan sesaji akan membawa kebaikan bagi mereka ke depannya.

"Bukannya nilai dari sesaji bagi kami bisa dapat barang sesaji tentu akan membawa berkah bagi kami kedepannya dalam kehidupan sehari hari apalagi kami mencari nafkah diluar tanah kelahiran," kata Min Min yang menetap di Pekanbaru

Namun bagi warga bukan keturunan Tionghoa yang sengaja hadir untuk berebut sesaji bagi mereka bersyukur bisa digunakan untuk sehari hari. Seperti Sutinah mengaku setiap sembahyang rebut selalu datang untuk berebut sesaji bersama keluarganya.

"Ini pak dapat minyak goreng, tepung, mie ada juga buah untuk dimakan lah sehari hari tiap tahun saya ikut sembahyang rebut," kata Sutinah

Usai sesaji diperebutkan warga pengurus Klenteng Hap Miau Desa Merawang kemudian mempersiapkan Patung Thai Se Ja untuk dibakar.

Pembakaran patung Thai Se Ja simbol penjaga arwah dilakukan sebagai pertanda gerbang akhirat ditutup dan arwah telah kembali.

"Jadi maknanya saat patung Thai Se Ja dibakar gerbang akhirat ditutup dan arwah harus sudah pulang semua agar tidak gentayangan di bumi menggangu warga," kata Darwin pengurus Klenteng Hap Miau.

Ritual sembahyang rebut yang tahun ini dilaksanakan ramai dikunjungi warga. Apalagi telah 2 tahun tidak dilaksanakan akibat pendemi covid 19.

Di Klenteng Hap Miau Desa Merawang Kabupaten Bangka selain ritual sembahyang rebut juga dilaksanakan berbagai hiburan untuk warga.

(Bangkapos.com/deddy marjaya)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved