Breaking News:

Luhut Tak Ingin Campuri Kasus Brigadir J yang Tak Terkait dengan Kapasitasnya sebagai Menko Marves

Luhut Panjaitan tegaskan tak ingin mencampuri kasus pembunuhan Brigadir J yang bukan menjadi kapasitasnya sebagai Menko Marivest

Editor: Iwan Satriawan
TRIBUNNEWS.COM
Letjen (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan 

BANGKAPOS.COM - Hati hati dengan munculnya banyak postingan terkait dengan kasus Brigadir Josua. Sejumlah postingan yang viral ternyata memanfaatkan video lama dengan konteks berbeda yang kemudian dikait-kaitkan dengan kasus ini. 

Tak terkecuali, hal ini juga dilakukan terhadap video Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut B Pandjaitan yang sebenanrnya terkait dengan PPKM, namun dikaitkan dengan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Sebuah editan video menampilkan komentar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan yang seolah menyoroti kasus menggemparkan tersebut.

Dalam video editan tersebut menyebutkan bahwa Luhut tengah mengincar orang kuat bekingan Ferdy Sambo. Dalam video tersebut juga disebutkan bahwa saat itu Luhut meminta kabareskrim  Komjen Agus Andrianto untuk bertindak tegas.

Video tersebut sempat viral, padahal video tersebut sesungguhnya adalah pernyataan Luhut terkait dengan sikap tegasnya dalam penerapan PPKM. 

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengklarifikasi video mengatasnamakan Luhut Binsar Pandjaitan yang beredar beberapa hari terakhir.

Dalam video tersebut, Luhut memberikan perintah langsung kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto agar tidak ragu mengusut kasus pembunuhan anggota Polri.

Jodi bilang, pimpinannya tersebut tidak ingin berkomentar terhadap hal-hal yang di luar kapasitasnya sebagai Menko Marves.

"Pak Menko tidak pernah mencampuri urusan yang bukan menjadi tanggung jawabnya sebagai Menko Marves dan juga pembantu Presiden Joko Widodo.

Semoga semua pihak bisa berpikir jernih lebih dahulu sebelum membuat dan memercayai video-video potongan yang tidak sesuai konteks seperti itu," jelasnya melalui keterangan resmi, Jumat (12/8/2022).

Jodi menjelaskan, pernyataan Luhut dalam video tersebut sebenarnya ditujukan untuk penanganan kasus Covid-19 dalam kapasitasnya sebagai Koordinator PPKM Darurat, bukan terkait dengan proses penyidikan kasus pembunuhan anggota Polri yang sekarang sedang diselidiki.

Kutipan Luhut melalui video yang beredar tersebut merupakan potongan dari konferensi pers yang ditayangkan beberapa stasiun televisi pada 3 Juli 2021. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved