Breaking News:

Kisah Mayor Syafrie Rahman, Pejuang Kemerdekaan dan Bupati Bangka yang Gugur Akibat Kekejaman PKI

Tak hanya Depati Amir, ada sejumlah tokoh dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang meski belum jadi pahlawan nasional tetapi namanya telah

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Bangka Pos / Edwardi
RSUD Syafrie Rachman di Puding Besar 

BANGKAPOS.COM-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki sejumlah tokoh yang ikut andil dalam kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebut saja bagaimana gigihnya perjuangan Depati Amir yang kini sudah jadi salah satu pahlawan Nasional.

Tak hanya Depati Amir, ada sejumlah tokoh dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung yang meski belum jadi pahlawan nasional tetapi namanya telah diabadikan sebagai nama jalan, rumah sakit hingga bandar udara di Provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Salah satunya adalah Mayor Syafrie Rahman.

Bupati Bangka periode 17 Juli 1963 sampai dengan 30 Juli 1965 ini kini namanya diabadikan sebagai nama sejumlah jalan di Pulau Bangka,  hingga nama rumah sakit di Kecamatan Puding Besar Kabupaten bangka.

Seminar Sejarah Kilas Balik Tragedi KMBT32 dan Gugurnya Mayor Syafrie Rachman bertempat di Gedung Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB).
Seminar Sejarah Kilas Balik Tragedi KMBT32 dan Gugurnya Mayor Syafrie Rachman bertempat di Gedung Rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB). (Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Dalam rangka mengenang jasa pahlawan di bulan kemerdekaan Republik Indonesia khususnya pahlawan daerah yang berkontribusi besar terhadap Bangka, Yayasan Jelajah Bangka bekerja sama dengan Pihak Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Babel menggelar Seminar Sejarah Kilas Balik Tragedi KMBT32 dan Gugurnya Mayor Syafrie Rachman, Rabu (10/8/2022) lalu.

Siapa Mayor Syafrie Rachman?

Dalam buku Pemimpin di Tengah Rivalitas Politik Biografi Syafri Rahman, diketahui Syafrie Rahman bergelar Mayor (AD) dengan NRP 11696 yang lahir di Belinyu, 15 November 1926.

Ia adalah kakak dua tokoh terkenal Babel yaitu Prof. Dr. Bustami Rahman, M.Sc pelopor dan Rektor pertama Universitas Bangka Belitung dan tokoh pendidikan Bangka Belitung Rusli Rahman.

Ia dikenal sebagai salah satu pejuang militan pada masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan RI pada tahun 1945 dan gugur dalam perjuangan mengisi kemerdekaan.

Beliau juga menempuh pendidikan umumnya di Belinyu dan pendidikan militernya di Kota Palembang dan terlibat juga di kancah peperangan berskala nasional seperti perang Lima Hari Lima Malam di Palembang, Agresi Militer pertama dan kedua, dan operasi penumpasan gerakan DI/TII di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tahun 1961, Syafrie Rahman ditugaskan di Bangka dan menjadi Kepala Staf Komandan Perwira Distrik Militer dan Pelaksana Kuasa Perang yang berkedudukan di Pangkalpinang.

Perjalanan karir sipil Syafrie Rahman semakin terbuka ketika dilantik menjadi bupati/Kepala Daerah TK II Bangka pada tanggal 17 Juli 1963.

Lebih jauh perjalanan karir militer dan sipilnya semakin bagus, dan namun juga ada kendala sehingga berujung maut.

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved