Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pj Gubernur Bangka Belitung Berikan Rekomendasi SPK CV WAP di Laut Belo, Menambang dengan Kapal Isap

Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin memberikan rekomendasi dukungan penerbitan surat perintah kerja.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Riki Pratama
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin memberikan rekomendasi dukungan penerbitan surat perintah kerja (SPK) PT Timah Tbk kepada CV Wasilah Abdi Perkasa.

Rekomendasi itu diterbitkan pada 27 Juli 2022, yang isinya memberikan rekomendasi CV WAP melakukan penambangan WIUP DU 1553, lokasi Laut Belo, Bangka Barat.

Ridwan mengaku pemberian rekomendasi itu sebagai aspek legal agar masyarakat bisa menambang.

"Iya betul, kalau dilihat dari kacamata positif, saya berusaha membuat yang  ilegal menjadi legal. Ketika orang sudah menjadi legal, dia bilang bagaimana caranya kami bisa bekerja. Dia bermohon melalui surat, setahu saya surat sampai kemana-mana juga, saya fasilitasi saja," ungkap Ridwan saat dihubungi Bangkapos.com, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Pj Gubernur Sampai Merinding Lihat Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Paksian dari Bangka Belitung

Baca juga: Melati Erzaldi Berbunga-bunga Saksikan Presiden Jokowi Kenakan Paksian Pakaian Adat Bangka Belitung

Baginya, CV Wasilah Abdi Perkasa sudah memenuhi syarat mendapatkan rekomendasi untuk izin SPK.

"Menurut tim saya, perusahaan ini sudah punya izinnya, yang dia minta SPK, dalam bahasa saya kepada PT Timah sehingga dipertimbangkan sesuai ketentuan yang berlaku, tapi silahkan PT Timah yang menilai, pantas atau tidak pantas, bisa atau tidak bisa," jelas Ridwan.

Sepemahamannya, CV Wasilah Abdi Perkasa menggunakan teknik menambang dengan kapal isap.

"Sudah (sesuai prosedural-red), perusahaan ini sudah berizin, dia hanya minta setelah punya izin, dia bisa bekerja. Saya pun merasa punya tanggungjawab moral ketika orang sudah mengikuti arahan pemerintah, ya kita bantu. Yang jadi pertanyaan itu kalau saya membantu yang ilegal," jelasnya.

Baca juga: Eliya Sartika Anak Buruh Harian Jadi Pembawa Baki Bendera Merah Putih HUT Ke-77 RI di Bangka Selatan

Baca juga: Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian Nahkoda Kapal TB Chia 01 yang Hilang di Perairan Pulau Lepar

Dia berharap masyarakat tjdak selalu menilai pertambangan selalu merusak kawasan ikan sebab ada aspek lingkungan yang diperhatikan sebelum mendapatkan izin melakukan pertambangan di suatu wilayah.

"Jangan dikonotasikan kalau timah selalu merusak kawasan penangkapan ikan, kan proses peniliaan ada AMDAL dan izin lingkungan dan lainnya," ungkap Ridwan.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved