Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tertibkan TI di Kawasan Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Kasat Reskrim Tegaskan Tak Ada Toleransi

Pada razia tersebut, para penambang berhasil kabur. Namun tiga unit sepeda motor dan dua mesin robin berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: Novita
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Satreskrim Polres Pangkalpinang menggelar razia TI yang berlokasi dekat dengan Bandara Depati Amir. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pascapenertiban tambang inkonvensional (TI) di kawasan Bandara Depati Amir, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, menegaskan tak ada toleransi bagi para penambang ilegal.

"Tidak ada lagi toleransi di wilayah hukum Polres Pangkalpinang dan tambang segera dihentikan," tegas Adi Putra, Selasa (16/8/2022).

Diketahui, pada Senin (15/8/2022) kemarin, 10 personel Satreskrim Polres Pangkalpinang merazia lokasi tambang yang hanya berjarak sekitar satu meter dari pagar pembatas Bandara Depati Amir.

Pada razia tersebut, para penambang berhasil kabur. Namun tiga unit sepeda motor dan dua mesin robin berhasil diamankan sebagai barang bukti.

Adi Putra menegaskan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari memberikan imbauan atau persuasif, hingga langkah tegas penertiban, serta penegakan hukum.

"Bila ingin melakukan penambangan timah, agar sesuaikan aturan hukum yang berlaku. Salah satunya memiliki wilayah izin usaha penambangan. Bila tidak ada, jangan tabrak aturan hukum," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, saat ini Satreskrim Polres Pangkalpinang memang tengah gencar memberantas TI di Kota Pangkalpinang.

Bahkan sepanjang 2022 (hingga Agustus), Satreskrim Polres Pangkalpinang berhasil menangkap 20 tersangka atas tindak pidana melakukan kegiatan TI.

Dari 20 tersangka yang didapatkan dari 12 Laporan Polisi (LP), 15 di antaranya proses hukumnya sudah P 21. Sedangkan lima tersangka lain masih dalam proses penyidikan.

Jumlah LP dan tersangka pada 2022 ini pun mengalami peningkatan ungkap kasus TI, dibandingkan pada 2021 yang hanya terdapat lima LP dengan 10 tersangka.

"Kota Pangkalpinang adalah ikon ibu kota Provinsi Bangka Belitung, sehingga kita semua wajib menjaga ke indahannya," ucapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved