Breaking News:

Ingat Fikri Santri yang Dulu Sempat Sebut Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Ternyata Sudah Keluar Pondok

Publik mungkin masih ingat dengan seorang santri bernama Muhammad Askal Fikri yang dulu viral lantaran menyebut Prabowo Subianto menteri Jokowi

Editor: M Zulkodri
kolase Tribunjateng.com dan YouTube Presiden Joko Widodo
Santri Muhammad Askal Fikri dan Presiden Jokowi 

BANGKAPOS.COM---Publik mungkin masih ingat dengan seorang santri bernama Muhammad Askal Fikri yang dulu viral lantaran menyebut Prabowo Subianto menteri presiden Jokowi.

Ucapan tersebut akhirnya terbukti tiga tahun kedepan, Prabowo terbukti menjadi Menteri Pertahanan di pemerintahan Jokowi.

Belakangan diketahui kabar sang santri tersebut ternyata telah keluar dari pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegal Rejo, Magelang, Jawa Tengah.

Dibalik keluarnya sang santri pemuda asal Kuripan Lor Gang 23, Kleurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan, Jawa Tengah ternyata ada kisah yang memilukan.

Tiga tahun lalu, Muhammad Askal Fikri mendapatkan hadiah dari Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi setelah menyebutkan 3 nama menteri.

Namun saat itu,Muhammad Askal Fikri yang tengah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegal Rejo,Magelang,Jawa Tengah menyebut Megawati Soekarnoputri,Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan Prabowo Subianto sebagai menteri.

Walau jawaban yang diberikan Muhammad Askal Fikri salah,Presiden Jokowi tetap memberikan hadiah sepeda.

Dua tahun berlalu, tak disangka ucapanMuhammad Askal Fikri yang spontan itu menjadi kenyataan.

Diketahui, Prabowo Subianto menjabat Menteri Pertahanan sejak Rabu (23/10/2019).

Muhammad Askal Fikri mengakui saat itu dirinya hanya spontan menjawab.

"Saya hanya spontan menjawab karena grogi. Aslinya saya tidak tahu jabatan mereka karena waktu di pondok saya tidak pernah menonton televisi," ujarnya, Jumat (25/10/2019) siang.

Ia mengaku masih malu saat mengingat momen pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

"Malu sebenarnya, tapi saya mengambil hikmah dari pertemuan itu. Bagi saya yang terpenting berani dulu untuk maju, karena banyak santri tak berani maju saat Presiden meminta sejumlah santri untuk menjawab pertanyaan," tuturnya.

Keluar dari Pesantren

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved