Breaking News:

Selain Kopassus dan Denjaka, Inilah Pasukan Khusus Indonesia Den Harin yang Tak Kalah Menakutkannya

Tak kalah menakutkan dan misterinya Indonesia disebut memiliki pasukan khusus lebih ditakuti yakni pasukan khusus Den Harin atau Datasemen harimau

Editor: M Zulkodri
Kolase/Kepoan.com
Ilustrasi Detasemen Harimau (Den Harin) 

BANGKAPOS.COM---Indonesia merupakan negara yang banyak melahirkan tokoh pejuang tanah air yang tangguh, mulai dari memperjuangkan kemerdekaan hingga sampai saat ini di dirgahayu ke-77 kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Indonesia memiliki sejumlah kelompok prajurit tangguh juga sudah terbukti ketangguhannya, mulai dari Komando Pasukan Khusus ( Kopassus) yang merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, hingga Satuan Tugas Detasemen Jalamangkara (Denjaka)  sebuah detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut, dan banyak satuan tugas lainnya.

Tak kalah menakutkan dan misterinya Indonesia juga disebut memiliki pasukan khusus lainnya yang lebih ditakuti yakni pasukan khusus Den Harin atau Datasemen Harimau.

Satuan pasukan khusus ini konon pernah dimiliki Indonesia.

Namun keberadaan pasukan ini masih gelap dan simpang siur.

Kita ketahui berdasarkan penilaian Global Fire Power (GFP), Indonesia berada di posisi pertama militer terkuat di Asia Tenggara dengan skor  Power Index (PwrIndx) 0,2251 atau peringkat 15 di dunia.

Skor Indonesia bahkan lebih baik daripada Jerman, Australia, Arab Saudi, dan Ukraina.

Pasukan Den Harin merupakan pasukan khusus yang mengawal presiden secara senyap.

Selain itu, juga memiliki tugas khusus untuk menanggulangi teror-teror yang masuk ke Indonesia.

Saking misteriusnya pasukan khusus ini, keberadaannya bahkan diragukan.

Tak heran, pasalnya hingga kini belum ada dokumen yang menampakkan wujud dari pasukan tersebut, padahal jika memang ada pasti ada bukti dan dokumen otentiknya.

Meski demikian, Den Harin diyakini dibentuk pada tahun 1986.

Sementara itu, kisah pembentukan pasukan bernama Pasukan Harimau disebut berawal dari masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika Belanda ingin kembali merebut kekuasaan.

Melansir Tribun Jambi, setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, rupanya peristiwa penting ini tidak diketahui secara merata.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved