Breaking News:

Harga Pertalite Bakal Naik, Bandingkan dengan Malaysia yang Jual Ron 95 Harga Lebih Murah

Kabar buruk bagi masyarakat Indonesia penikmat subsidi pertalite dan solar. Keputusan naik-atau tidaknya di tangan Jokowi

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
Tribunnews
Ilustrasi BBM Pertalite 

BANGKAPOS.COM - Kabar buruk bagi masyarakat Indonesia penikmat subsidi pertalite dan solar. Keputusan naik-atau tidaknya di tangan Jokowi, sampai saat ini subsidi energi  mencapai Rp502 Triliun.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan penjelasan mengenai rencana kenaikan harga Pertalite dan Solar subsidi.

Luhut mengungkapkan, pemerintah tengah menyusun skema penyesuaian harga untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi.

“Pemerintah masih menghitung beberapa skenario penyesuaian subsidi dan kompensasi energi dengan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat,” ujarnnya dalam keterangan resmi, Minggu (21/8/2022).

Baca juga: Ternyata Seperti Ini Orang di Arab Saudi Kalau Santap Makan Bersama, Satu Dulang Besar Tanpa Sendok

Alasan kenaikan harga BBM subsidi Terdapat sejumlah pertimbangan yang membuat pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM subsidi, dalam hal ini Pertalite dan Solar subsidi.

Tingginya harga minyak mentah dunia mendorong meningkatnya gap harga keekonomian dan harga jual pertalite dan solar dan berdampak pada kenaikan subsidi dan kompensasi energi.

Hingga saat ini, APBN menanggung subsidi dan kompensasi energi mencapai Rp 502 triliun.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Kenapa Mobil Mewah Bekas di Negara Arab Saudi Sangat Murah

Tanpa ada penyesuaian kebijakan, angka ini bisa meningkat hingga lebih dari Rp 550 triliun pada akhir tahun. Baru Itulah alasan yang membuat adanya rencana harga Pertalite naik.

Meski demikian, Luhut tak menyebut berapa besaran kenaikan harga Pertalite yang akan ditetapkan. “Tapi untuk diketahui, harga BBM di Indonesia relatif lebih murah dibanding mayoritas negara di dunia. Langkah yang disimulasikan termasuk skenario pembatasan volume,” jelas Luhut.

Berapa Harga BBM di Malaysia?

Mengutip ringgit plus, pada 18 Agustus 2022 hingga 24 Agustus 2022, harga bahan bakar untuk RON95 akan tetap tidak berubah pada RM 2,05 atau Rp.6812 per liter 

Pemerintah Malaysia masih memberikan subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin RON 95.

Subsidi yang diberikan terbilang tinggi, mencapai 54 persen dari harga pasaran bahan bakar saat ini.

Artinya, Pemerintah Malaysia menanggung RM 2,47 atau Rp 8.353 setiap liter bensin RON 95 yang dibeli masyarakatnya. Angka subsidi itu bahkan mencapai 54

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved