Breaking News:

Harga BBM

Inilah Dampak Jika Harga BBM Naik, Inflasi Makin Tinggi Hingga Harga Pangan Melambung Lagi

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapan kekhawatiran harga pangan bakal mahal jika harga BBM subsidi naik. 

Editor: fitriadi
bangkapos.com/riki pratama
Antrean panjang kendaran bermotor yang ingin mengisi BBM di SPBU Jalan Soekarno Hatta, Sabtu (11/12/2021). Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar bakal berimbas ke masyarakat. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -- Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar bakal berimbas ke masyarakat.

Pasalnya, kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap  harga pangan dan naiknya inflasi.

Dampak lebih besar yakni berpengaruh signifikan terhadap indeks harga konsumen (IHK), yang pada akhirnya akan mengganggu roda perekonomian nasional.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapan kekhawatiran harga pangan bakal mahal jika harga BBM subsidi naik.

Baca juga: Harga Pertalite Naik Berapa? Pertamina Jawab Kabar Rp 10.000 Per Liter

"Pemerintah harus menjamin bahwa rantai pasok komoditas bahan pangan tidak terdampak secara signifikan pasca kenaikan harga BBM," ujar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi kepada Kompas.com, Sabtu (20/8/2022).

"Jalur-jalur distribusi harus lebih disederhanakan dan dilancarkan sehingga tidak menjadi kedok untuk menaikkan harga bahan pangan. Jangan jadikan kenaikan harga BBM untuk aji mumpung menaikkan komoditas pangan, dan komoditas lainnya," sambungnya.

Tulus menilai kebijakan kenaikan  harga BBM subsidi seperti buah simalakama. Jika harga BBM subsidi tak naik, APBN makin terbebani karena harus menanggung subsidi. Namun jika harga BBM dinaikkan, potensi efek dominonya berpotensi memukul daya beli masyarakat.

Namun jika  harga BBM subsidi naik, TLKI menyarankan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar tetap memberikan subsidi kepada angkutan umum atau insentif lainnya.

Hal itu dinilai penting agar menekan tarif angkutan umum yang dipastikan bakal melakukan penyesuaian.

"Tingginya kenaikan angkutan umum, justru akan kontra produktif bagi nasib angkutan umum itu sendiri, karena akan ditinggalkan konsumennya, dan berpindah ke sepeda motor," ucap Tulus.

Selain itu, lanjut Tulus, kenaikan harga BBM harus diikuti upaya mereformasi pengalokasian subsidi BBM. Artinya, penerima subsidi BBM benar-benar untuk masyarakat yang berhak, by name by address.

Sebabkan Inflasi Tinggi

Dengan naiknya  harga BBM subsidi, laju inflasi Tanah Air diyakini akan melonjak tinggi. Padahal, data terakhir menunjukan tingkat inflasi sudah mencapai 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy).

"Jika ada kenaikan BBM akan membuat inflasi akan semakin tinggi, bisa mencapai lebih dari 7 persen jika Pertalite dinaikkan," ujar Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda kepada Kompas.com, Sabtu (20/8/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved