Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pupus Kuliah Tahun Ini Karena Terbentur Biaya, Padahal Lulus Seleksi Kerja sama Dindik Babel

Mei terpaksa harus menunda pendidikannya di perguruan tinggi, tahun ini. Sebenarnya warga yang berdomisili di Kabupaten Bangka ini sudah lulus seleksi

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
Istimewa
Ilustrasi Beasiswa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mei terpaksa harus menunda pendidikannya di perguruan tinggi, tahun ini. Sebenarnya warga yang berdomisili di Kabupaten Bangka ini sudah lulus seleksi perguruan tinggi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Pada sekitar bulan Juli 2022 lalu, Mei sudah mendaftarkan diri melalui jalur beasiswa masuk UNY melalui kerja sama dinas pendidikan Bangka Belitung 2022.

Beasiswa ini ditujukan kepada masyarakat tak mampu, yang mana dinas pendidikan bekerjasama dengan Yayasan Kesejahteraan masyarakat (Yakesma) Babel.

Serangkaian seleksi sudah dilalui Mei, mulai dari seleksi administrasi, verifikasi, tes akademik dan wawancara.

Kemudian dia juga mengaku tim seleksi sudah melakukan survei ke rumahnya. Hasil seleksi menunjukan hanya 10 orang yang lulus seleksi beasiswa, Mei sendiri tidak masuk dalam kategori itu.

Namun secara kemampuan, Mei lulus masuk UNY, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin dan bisa tetap melanjutkan pendidikan asal membayar biaya kuliah secara mandiri.

Mei mengaku berat membayar uang kuliah yang senilai Rp9 juta yang diumumkan oleh pihak dinas pendidikan. "Tesnya kemarin online, kemarin ikut yang beasiswa tapi gak lolos beasiswa, diganti sama mandiri kalau mau tetap lanjut. Tapi kemarin dari dinas, UKT itu Rp9 juta, pada kaget semua. Terus kita tanya-tanya kakak tingkat kita yang di UNY, katanya UKT paling tinggi itu Rp7 juta," ujar Mei saat dihubungi Bangkapos.com, Senin (22/8/2022).

Dikarenakan beratnya biaya kuliah ini, gadis berusia 18 tahun ini terpaksa mengundurkan diri dan tidak kuliah dulu pada tahun ini.

Dia mengaku tak ingin memberatkan orangtua mengenai biaya kuliah yang dirasa sangat besar baginya. "Gak lanjut kuliah dulu tahun ini, sudah pada tutup juga. Nunggu tahun depan saja, terus tugas Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sudah numpuk, belum saya kerjakan karena kemarin belum jelas kuliah atau tidaknya," katanya.

Kondisi serupa dan pilihan harus mundur juga dialami oleh Riskayanti, warga yang berdomisili di Belitung Timur. Tak jauh berbeda dengan Mei, Riska juga mendaftarkan diri melalui jalur beasiswa, kemudian tak lulus untuk beasiswa tetapi lulus seleksi perguruan tingginya.

Dia merasa sedih harus mundur, pasalnya biaya yang senilai Rp9 juta itu juga dirasa berat olehnya. "Yang jalur beasiswa kan masih ada tahap survei rumah, itu baru diumuminnya Kamis kemarin kalau yang lulus itu cuma 10 orang yang dapat beasiswa, sedangkan Jumat hari terakhir registrasi ulang. Saya agak kecewa si soalnya saya merasa sudah setengah jalan gitu, tugas PPKMB UNY sudah saya kerjain saudara dan teman udah tau," katanya.

Dia merasa terkejut ketika diumumkan bisa lanjut pendidikan asal bayar UKT senilai Rp9 juta yang dirasanya cukup besar.

"Yang kita tau dari web UNY sama informasi dari kakak tingkat di UNY katanya UKT UNY ga sampe segitu paling tinggi cuma Rp7 juta, jadi saya mikir dua kali juga buat lanjut, kasian juga kalau sampai ngebebanin orangtua," katanya.

Tak hanya mereka berdua, Ica, warga kabupaten Bangka ini juga mengundurkan diri. Pasalnya UKT senilai Rp9 juta sangat memberatkan keluarganya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved