Breaking News:

IAIN SAS Bangka Belitung Gelar FGD Anggaran 2023, Rektor Pesan Jangan Lelah Untuk Belajar

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddiq (SAS) Bangka Belitung (Babel) gelar Fokus Group Discussion (FGD)

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
IAIN SAS Babel
IAIN SAS Bangka Belitung saat menggelar Fokus Group Discussion (FGD) anggaran 2023, Senin (22/8/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddiq (SAS) Bangka Belitung (Babel) gelar Fokus Group Discussion (FGD), telah anggaran 2023 bagi institusinya, Senin (22/8/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di Balitong resort, Pangkalpinang ini turut dihadiri Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, S.Ag, M.S.I, Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan Drs. H. Eramli Jantan Abdullah, M.M, Amir Hamzah, S.E, M.Pd.I, Muhamad Edi Waluyo, M.S.I Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) IAIN SAS Babel, serta tamu dan undangan lainnya.

Hadir sebagai pemateri FGD yang bertema 'meningkatkan ketepatan perencanaan dan efisiensi pelaksanaan anggaran 2023', yakni KPPN Provinsi Babel, Siti Nur Azizah dengan materi SBM tahun 2023 dan kode akun serta Kanwil DJPB Babel, Arnida, mengisi tentang teknis penyusunan anggaran 2023.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I menyampaikan, penting untuk memahami sesuatu  dengan terus mempelajarinya meskipun sebetulnya telah diketahui.

Misalnya dalam hal perencanaan, keuangan dan pengawasan kegiatan. Kegiatan demikian secara rutin dikerjakan, namun tanpa disadari kalau ditelaah lebih dalam telah terjadi pergeseran hingga perubahan dalam periode tertentu.

" Kegiatan hari ini tidak akan dipahami oleh kawan-kawan jika tidak sering mengulang-ulang materi yang diberikan, makanya kita terus belajar meskipun telah memahami apa yang disampaikan, karena hal demikian sangat penting," terang Irawan.

Menurutnya dalam setiap kegiatan telah ada SOP atau standard yang harus dipahami olah mereka yang mengemban tugas, begitu juga dalam menyusun anggaran. 

Jika aturan tersebut telah dipahami dan dijalankan tidak akan ada temuan atau masalah yang menghambat kegiatan.

"Intinya bahwa anggaran yang telah disusun dan berjalan harus dipertanggungjawabkan," sebut Irawan

Lebih jauh dia mengatakan, beberapa tahun silam pihaknya sering menerima catatan jika terjadi pemeriksaan, diapun berharap dengan dilaksanakan FGD ini bisa memperbaiki kekurangan yang ada.

" Sebetulnya kita tidak perlu takut menggunakan keuangan, asalkan jelas dan pertanggungjawaban ada. Nah, selama ini saya lihat koordinasi dan kerja sama yang perlu ditingkatkan sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan aman," ujarnya

Sementara perwakilan KPPN Provinsi Babel, Siti Nur Azizah mengatakan, koordinasi, kolaborasi dan kerjasama sudah saatnya menjadi jargon setiap organisasi. 

Menurutnya suatu lembaga jika ingin maju dan berkembang harus terus berinovasi dan tentunya bekerjasama serta kolaborasi dengan berbagai pihak." 

Poin dari diskusi kita ini adalah kerjasama, kolaborasi dan tentunya memahami apa yang telah diberikan. Semua ada aturannya, tinggal dipahami saja, dan jangan lupa koordinasi,"  tegasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved