Breaking News:

Harga BBM

Sinyal Kenaikan Harga BBM Pertalite dan Solar Semakin Kuat, Pemerintah Siapkan Perlindungan Sosial

Pemerintah sedang mempersiapkan penyaluran beberapa program perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM subsidi.

Editor: fitriadi
Dok. Pertamina
Petugas nozel SPBU melayani pembelian BBM. Pertamina memastikan harga BBM jenis Pertalite saat ini tidak naik. Pemerintah sedang mempersiapkan penyaluran beberapa program perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM subsidi. 

BANGAPOS.COM, JAKARTA - Sinyal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar semakin kuat.

Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan penyaluran beberapa program perlindungan sosial kepada masyarakat.

Program perlindungan sosial ini sebagai upaya pemerintah melindungi masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kenaikan harga BBM subsidi.

Sebelumnya, rencana naiknya harga BBM Pertalite dan Solar diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Baca juga: Pertamina akui Kekosongan BBM Jenis Pertalite Kerap Terjadi di SPBU Bangka Belitung, Ini Penyebabnya

Baca juga: Warga Bangka Belitung Konsumsi 1,1 Juta Liter Pertalite /Hari, Bisa Isi Tangki Berapa Unit Motor?

Baca juga: Inilah Dampak Jika Harga BBM Naik, Inflasi Makin Tinggi Hingga Harga Pangan Melambung Lagi

Luhut mengatakan, Presiden Joko Widodo bakal mengumumkan keputusan terkait kenaikan harga tersebut di pekan ini.

Luhut menegaskan, bila memang terjadi peningkatan harga BBM Pertalite, pemerintah tetap akan berupaya memberikan bantalan untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Pemerintah akan menyalurkan beberapa program perlindungan sosial, yang saat ini masih dibahas detailnya. Ini untuk menjaga daya beli masyarakat,” tutur Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono kepada Kontan.co.id, Senin (22/8).

Sayangnya, Susiwijono belum bisa menjabarkan lebih rinci terkait program yang disiapkan pemerintah dan besaran kocek yang harus dirogoh pemerintah akan hal ini.

Susiwijono belum bisa memberikan gambaran jelas hasil keputusan pemerintah terkait peningkatan harga BBM Pertalite atau tidak.

Namun, sebelumnya, sumber Kontan.co.id pernah mengatakan, bila ada peningkatan harga BBM Pertalite, maka ini bisa menyentuh Rp 10.000 per liter, atau akan ada peningkatan sekitar 40 persen.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, memang kenaikan harga BBM Pertalite diperlukan. Mengingat, anggaran subsidi energi sudah membengkak di tengah peningkatan harga energi global.

Lebih lanjut, David bilang, tahun ini adalah tahun yang tepat untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Hal ini juga sehubungan dengan asa pemerintah untuk membawa defisit anggaran ke bawah 3 persen produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2023. Bila memang beban subsidi terus membengkak, David khawatir pemerintah harus melakukan realokasi anggaran dari sektor lain.

“Ini akan susah, akan mengorbankan anggaran sektor lain yang bisa saja daya dorongnya lebih kuat ke pertumbuhan. Jadi, memang lebih tepat untuk menaikkan harga Pertalite pada tahun ini,” tegas David.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved