Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Tim Saber Pungli Pemkab Bangka Selatan akan Tata Ulang Parkir di Tempat Wisata Hingga Keramaian

Tim Saber Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bekerjasama dengan pihak Kepolisian, akan melakukan penataan ulang parkir

Penulis: Adi Saputra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Adi Saputra
Kepala Inspektorat Bangka Selatan PD Marpaung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim Saber Pungutan Liar (Pungli) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) bekerjasama dengan pihak Kepolisian, akan melakukan penataan ulang parkir di tempat wisata hingga keramaian.

Penataan ulang bertujuan untuk menghindari adanya pungutan liar terhadap masyarakat, yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Mengantisipasi hal tersebut pemerintah Kabupaten Bangka Selatan bersama polres, telah melakukan rapat evaluasi pada Senin (22/8/2022) lalu.

Tim Saber pungli selama ini memang sudah terbentuk, namun perlu dilakukan evaluasi terus menerus untuk kepentingan bersama.

Baca juga: Cuaca Hari Ini Bangka Belitung Cerah Berawan, Dua Daerah Hujan Ringan

Baca juga: Aksi Tim Buser Naga Gerebek 16 Emak-emak Main Judi, Diedit dan Diposting Baim Wong Jadi Artis-artis

Kepala Inspektorat Bangka Selatan PD Marpaung menyebutkan, pihaknya sudah melakukan rapat evaluasi terkait tim saber pungutan liar terhadap masyarakat.

"Ya kemarin sudah kami telah melakukan rapat bersama dengan pihak Kepolisian, dimana dalam rapat membahas masalah evaluasi tim saber pungutan liar yang sudah berjalan selama ini," sebut PD Marpaung kepada Bangkapos.com, Kamis (25/8/2022).

"Hasil rapat evaluasi kemarin kami membahas masalah parkir di tempat-tempat wisata dan pusat keramaian, dari hasil study kasus kemarin kami mengambil contoh parkir di Pantai Matras Sungailiat. Nanti kedepan kami minta OPD terkait untuk diterapkan di Bangka Selatan, dengan tujuan menghindari pungli," tegasnya.

Menurutnya, tim saber pungutan liar di Bangka Selatan, sudah berjalan sejak dikeluarkannya peraturan dari pusat untuk membentuk tim saber pungutan liar.

"Sudah lama berjalan tim saber pungli di Bangka Selatan, selanjutnya pihak pemerintah daerah mengganggarkan anggaran dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang menyangkut dengan tim saber pungli," kata Marpaung.

Selain itu masalah pungutan liar terkait mafia tanah, pemerintah daerah akan membuat peraturan daerah untuk menjadi pedoman bagi Desa, Kelurahan, Kecamatan terkait biaya administrasi tanah.

"Terkait biaya penerbitan surat tanah atau SP3T oleh Desa itu salah satu menjadi fokus tim Saber pungli, maka nanti diharapkan ada peraturan bupati tidak ada lagi mafia tanah maupun pungli pada pembuatan surat tanah terhadap masyarakat," ungkap Marpaung.

"Sehingga nanti peraturan bupati tersebut, akan diterapkan di Desa hingga Kecamatan. Intinya kita tunggu dulu peraturan dibuat, selanjutnya kita baru laksanakan sesuai aturan," kata Marpaung.

Baca juga: Ternyata Dua Kota Ini Penyumbang Inflasi Terbesar di Provinsi Bangka Belitung

Baca juga: 18 Negara Telah Registrasi Hadiri G20, Pemprov Bakal Suguhkan Indahnya Destinasi Wisata di Belitung

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya Bangka Selatan, untuk tidak mudah percaya kepada oknum-oknum yang mengatasnamakan pemerintah untuk memperlancar segala urusan.

"Kami ingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terutama waspada, terhadap pungli kalau bisa kerjakan sendiri urusannya tanpa melalui perantara," imbau Marpaung.

Sementara pemerintah daerah Bangka Selatan sedang gencar-gencarnya, memberantas pungutan liar agar masyarakat tidak tertipu lagi.

( Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved