Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Awas ! BPBD Babel Ingatkan Ada Potensi Angin Kencang dan Genangan

Hujan terus mengguyur Kota Pangkalpinang serta kabupaten lainnya dalam intensitas dan waktu tak menentu sejak beberapa hari terakhir. Angin kencang da

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Fery Laskari
kompas.com
Ilustrasi hujan deras 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Hujan terus mengguyur Kota Pangkalpinang serta kabupaten lainnya dalam intensitas dan waktu tak menentu sejak beberapa hari terakhir. Angin kencang dan genangan air pun terjadi di beberapa wilayah ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (babel), Mikron Antariksa, Minggu (28/8/2022) menyatakan, pihaknya siap siaga untuk mengantisipasi terjadi bencana akibat kondisi itu.

"Sebenarnya ini bukan musim hujan, saat ini harusnya musim kemarau tetapi terjadi penyimpangan. Hujan pun ekstrem, diiringi dengan angin kencang, memang terjadi  angin kencang, dan genangan-genangan, kami selalu siap siaga," ujar Mikron.

Pada Hari Kamis, (25/8/2022) lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menerima laporan angin kencang yang merusak pondok kapal di Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukitintan, Kota Pangkalpinang Bangka Belitung

"Pada waktu itu telah terjadi hujan dengan intensitas lebat di Wilayah Bukitintan, Kota Pangkalpinang yang disertai dengan angin kencang yang menyebabkan rusaknya sebuah pondok peneduh kapal di Wilayah Kelurahan Sinarbulan," katanya.

Data bangunan terdampak yakni satu unit pondok peneduh kapal (RS), dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. "Upaya yang kami lakukan, setelah mendapat laporan terkait kejadian tersebut Anggota TRC BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung langsung menuju lokasi untuk melakukan kaji cepat, dan dibantu warga sekitar dan pemilik bangunan untuk membantu proses evakuasi untuk membongkar pondok kapal yang rusak," kata Mikron.

"Dan BPBD Kota Pangkalpinang juga turun ke lokasi kejadian untuk membantu melakukan pembersihan puing-puing kejadian robohnya pondok tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji menyebut secara umum musim kemarau sudah terjadi sejak 1 Juli lalu dan diperkirakan akan berakhir hingga bulan Oktober 2022 nanti.

Saat ini katanya, cuaca Babel dipengaruhi beberapa faktor antara lain, Dipole Mode Index (DMI) negatif -1.15, kemudian belokan angin dan konvergensi, dan ketiga gelombang ekuatorial rossby.

"Ketiga fenomena ini menyebabkan Wilayah Babel masih akan banyak hujan hingga beberapa minggu ke depan," katanya. ( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
 

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved