Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Prodi Ilmu Politik UBB Gandeng Eurasia Foundation, Gelar Program Kelas Internasional

Sebagai akademisi, dia berharap para mahasiswa dapat mencari solusi terhadap kurangnya ketersediaan pangan.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Novita
IST/Dokumentasi Robin
Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim, berfoto bersama dua narasumber kelas internasional usai penyerahan plakat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Program Studi Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung (UBB) mengandeng Eurasia Foundation menggelar Program Kelas Internasional.

Dalam kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus Advisor dan Representative of Eurasia Foundation di Indonesia, Dr Diani Risda,

Narasumber kedua, Profesor Fisika dari Institut Teknologi Bandung sekaligus tim ahli Indonesian Mineral Downstream Kementrian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenkomarvest), Prof Yudi Darma.

Prof Darma berbicara mengenai Global Food Security: What are the Challenges and Solution.

Dia menyoroti mengenai empat isu yang berkembang di dunia yakni, Clean and Affordable Energy, Clean and Save Water, Zero Hunger, serta Internet of Things.

Menurut pria yang menyelesaikan program doktor di University of Hiroshima ini, energi, air, ketersediaan pangan, dan internet merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh Indonesia di masa sekarang.

"Dalam hal ketersedian pangan, Indonesia menempati peringkat ke 65 yang berarti masih di bawah negara-negara tetangga Indonesia," kata Prof Darma dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Minggu (28/8/2022).
.
"Apabila ketersediaan kalori kurang dapat dipenuhi maka produktifitas di negara tersebut juga akan kurang. Oleh karena itu, produktifitas khususnya dalam hal ketersediaan pangan perlu diperhatikan," imbuhnya

Sebagai akademisi, dia berharap para mahasiswa dapat mencari solusi terhadap kurangnya ketersediaan pangan, dengan cara melakukan penelitian semisal penelitian tentang unsur hara tanah.

Keberlangsungan pangan menjadi sorotan utama dalam presentasi Prof Darma. Dia memberikan gambaran bahwa perubahan iklim turut memperburuk kurangnya ketersediaan pangan di dunia.

"Selain itu, berkurangnya lahan pertanian dari tahun ke tahun juga merupakan perkembangan yang sangat mengkhawatirkan bagi ketersediaan pangan dunia," ucapnya.

Oleh karena itu, menurut dia, food policy atau kebijakan mengenai pangan mutlak digaungkan oleh semua kalangan masyarakat agar menjadi perhatian bagi pemerintah.

Dalam hal kemajuan teknologi, dosen ITB tersebut menggambarkan betapa telah majunya teknologi. Dia mencontohkan, handphone telah mampu memadukan teknologi-teknologi terdahulu seperti kalkulator, TV, radio, pemutar CD, dan sebagainya.

Akan tetapi, kemajuan teknologi tersebut menimbulkan masalah baru bagi lingkungan, seperti menumpuknya sampah-sampah elektronik yang sukar diurai oleh alam.

Sementara itu, narasumber lainnya, Dr Risda yang menyelesaikan program doktor di Tokyo Metropolitan University, menutup diskusi dengan mengundang mahasiswa UBB untuk mengikuti program magang ke Jepang, yang sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dia juga mengajak mahasiswa UBB untuk meneruskan studinya ke Jepang.

Kelas Internasional pun diakhiri dengan penyerahan plakat kepada dua narasumber oleh Rektor Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim. ( Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved