Breaking News:

Bangka Pos Hari Ini

Babel Masuk Kategori Siaga, Hujan Lebat Intai Enam Wilayah di Indonesia

BMKG memperingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya Bangka Belitung, selama seminggu ke depan.

Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com
Bangka Pos Hari Ini, Senin, 29 Agustus 2022. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memperingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya Bangka Belitung, selama seminggu ke depan.

Beberapa wilayah diprakirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas lebat yang bisa disertai kilat/petir dan angin kencang pada 28 Agustus-3  September 2022.

Sementara itu, pada 27-29 Agustus 2022, beberapa wilayah berpotensi terdampak hujan lebat dengan kategori siaga seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan, saat ini diindikasikan terdapat signifikansi dinamika atmosfer yang  dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut berdasarkan pemantauan perkembangan kondisi cuaca di seluruh wilayah Tanah Air.

Dilansir dari informasi resmi, hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi belokan dan  perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas, diprediksi aktifnya fenomena MJO, aktifnya Gelombang Rossby.

Kondisi-kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan kondisi-kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin
kencang pada 28 Agustus-3 September 2022 melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Kurniaji, mengatakan, hujan diperkirakan masih terus terjadi hingga September.

Padahal, secara umum, musim kemarau sudah terjadi sejak 1 Juli lalu dan diperkirakan akan berakhir pada Oktober nanti.

“Saat ini, cuaca Babel dipengaruhi beberapa faktor, antara lain, Dipole Mode Index (DMI) negatif 1.15, kemudian belokan angin dan konvergensi, dan (faktor) ketiga, gelombang ekuatorial Rossby. Ketiga fenomena ini menyebabkan wilayah Babel masih akan banyak hujan hingga 1-2 minggu ke depan,” kata Kurniaji kepada Bangka Pos, Senin (22/8/2022).

Kemarau tahun ini, lanjut dia, diprediksi masih dalam kategori normal.

Belum ada indikasi akan adanya perpanjangan musim kemarau seperti tahun 2019 lalu.

“Musim kemarau yang terjadi bukan berarti menandakan tidak akan turun hujan. Hujan akan tetap terjadi dengan intensitas ringan,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved