Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Batal Ibadah Haji, Uang Setoran Bisa Kembali, Simak Penjelasannya

Calon jemaah haji yang meninggal dunia sebelum menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah, bisa memperoleh uang pengembalian yang sudah disetor

Penulis: Arya Bima Mahendra | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, M Karyawan. (Bangkapos/Arya Bima Mahendra) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Calon jemaah haji (Calhaj) yang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, bisa memperoleh uang pengembalian yang sudah disetor sebelumnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, M Karyawan, Senin (29/8/2022) mengatakan, pengembalian uang tersebut bisa dilakukan setelah pihak perwakilan keluarga membuat pengajuan ke Kantor Kemenag setempat.

Kata dia, pengajuan pengembalian setoran yang sudah dibayarkan sebelumnya bisa dikembalikan secara utuh tanpa terpotong sedikit pun.

"Jadi bagi yang sudah meninggal dunia memang bisa dilakukan pengembalian uang yang sebelumnya telah disetorkan ke bank," kata Karyawan saat diwawancarai Bangkapos.com, hari ini.

Pengajuan pengembalian uang tersebut juga berlaku bagi para calon haji (Calhaj) yang mengalami kondisi uzur sehingga tidak memungkinkan untuk pergi haji ataupun Calhaj yang memang memiliki keperluan atau kepentingan mendesak.

"Seberapa banyak uang yang telah disetor, maka itulah nominal jumlah yang akan dikembalikan," jelasnya.

Adapun prosedur pengembalian uang tersebut dimulai dengan pengajuan permohonan pembatalan sesuai dengan alasan yang telah disebutkan di atas.

Karyawan menjelaskan, jika memang pengajuan pembatalan dan permintaan pengembalian uang tersebut dikarenakan yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka yang mengurusnya adalah ahli waris dengan datang langsung ke Kantor Kemenag Bangka Tengah.

Secara umum persyaratan yang dibutuhkan adalah dengan mengajukan surat permohonan pembatalan berikut dengan administrasi lainnya seperti surat kematian atau akta kematian, surat keterangan ahli waris dan surat penunjukan ahli waris.

"Selain itu harus ditunjuk ahli waris yang rekeningnya bisa digunakan untuk pengembalian uang tersebut. Dan kalau ahli warisnya ada lebih dari satu, maka bisa dipilih salah satunya saja," jelasnya.

Kemudian, harus disiapkan juga bukti setoran dana haji saat waktu pertama kali atau disebut juga Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dari bank.

"Termasuk administrasi yang umum lainnya seperti KK dan KTP, baik punya calhaj yang sudah meninggal dunia tersebut atau ahli waris yang akan mengurus pembatalan hajinya," lanjutnya.

Sementara itu proses pencariannya pun terbilang cukup cepat dan diperkirakan tidak lebih sebulan. "Kita urus secepat dan sesegera mungkin, paling lama mungkin satu bulan," tegasnya.

Namun jika tidak ingin pengembalian dalam bentuk uang, maka ada yang namanya pelimpahan kuota haji yang bisa diberikan kepada ahli waris pokok, yaitu orang tua suami/istri dan anak kandung.

"Di luar itu, seperti bibi atau paman tidak boleh karena akan dibuktikan melalui data yang ada di Kartu Keluarga," katanya. ( Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved