Breaking News:

Ketua PGRI Kecam Hilangnya Tunjangan Guru dan Dosen di Draft RUU Sisdiknas: Jangan Coba-coba

Ketua PGRI Unifah Rosyidi mengatakan aturan tunjangan profesi dan guru sebelumnya masih tercantum dalam draft RUU yang dipublikasikan pada April lalu

Tribunnews
Ilustrasi Guru Mengajar 

BANGKAPOS.COM- Tunjangan Profesi bagi Guru dan Dosen disebut-sebut hilang dalam draft RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Diketahui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah merilis rancangan undang-undang (RUU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pada Agustus 2022.

Usulan tersebut telah resmi diajukan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Perubahan tahun 2022 kepada DPR, Rabu (24/8/2022).

Namun, RUU Sisdiknas langsung menuai kritik di kalangan guru karena tidak ada pasal yang mengatur tentang “Tunjangan Profesi Guru” (TPG).

Hal ini membuat  Ketua Umum Pen gurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi angkat bicara.

Unifah Rosyidi mengungkapkan pasal Tunjangan Profesi bagi Guru dan Dosen hilang dalam draft RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Dirinya mengatakan aturan tunjangan profesi dan guru sebelumnya masih tercantum dalam draft RUU yang dipublikasikan pada bulan April lalu.

Namun, pada draft terbaru yang diperoleh PGRI pada 22 Agustus lalu, pasal tersebut menghilang.

2022829 Ketua PGRI Unifah Rosyidi
Ketua PGRI Unifah Rosyidi di Kantor Wapres, Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020). Unifah Rosyidi mengungkapkan pasal Tunjangan Profesi bagi Guru dan Dosen hilang dalam draft RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Aturan tunjangan profesi dan guru sebelumnya masih tercantum dalam draft RUU yang dipublikasikan pada bulan April lalu.

"Kami sudah khawatir saat draft awal itu disampaikan, jangan-jangan bagian tunjangan profesi  guru akan ditiadakan. Betul kekhawatiran terbukti, pasal ini sudah tidak ada di draft resmi RUU," ujar  Unifah Rosyidi dalam keterangannya, Senin (29/8/2022).

Menurut  Unifah Rosyidi, hal ini menjadi tamparan telak bagi profesi pendidik di tanah air.

Guru yang selama ini bersedia mendidik dengan kesejahteraan yang sangat rendah, justru makin tak dihargai dengan adanya upaya penghapusan tunjangan.

Unifah Rosyidi mengecam hilangnya aturan mengenai tunjangan tersebut dan meminta untuk jangan coba-coba mempersulit pihaknya.

"Kami akan perjuangkan keadilan. Jangan coba-coba mempersulit sertifikasi, kenaikan pangkat, dan yang paling melukai rasa keadilan adalah menghapuskan TPG di RUU Sisdiknas," tegas Unifah Rosyidi.

Kemendikbudristek dan DPR, menurut  Unifah Rosyidi, bisa menunda pembahasan draft RUU yang diajukan untuk Prolegnas. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved