Berita Pangkalpinang
Pengangguran di Bangka Belitung Ada 32.954 Orang, Dominan dari Lulusan SMK
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Bangka Belitung hingga Februari 2022, ada sebanyak 32.954 orang.
Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran di Bangka Belitung hingga Februari 2022, ada sebanyak 32.954 orang.
Sementara bila ditinjau lebih jauh, angka pengangguran 3 tahun terakhir ini alami kenaikan dan penurunan.
Misalnya pada tahun Februari 2020 ada 26.472 orang, Agustus 2020 ada 38.756 orang, Februari 2021 ada 38.181 orang, Agustus 2021 ada 37.176 orang dan Februari 32.954 orang.
Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Harjo Teguh Ilmiana mengatakan pengangguran per data Februari 2022 ini, bila terbanyak dilihat dari sisi pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah untuk pendidikan SMK.
"Hal ini wajar karena kemungkinan jurusan yang tidak sesuai dengan lowongan yang tersedia. Pada Februari 2022 13,28 persen dari angkatan kerja berijazah SMK yang memiliki status pengangguran. Sementara untuk yang berijazah diploma hampir semuanya memiliki status bekerja," ungkap Harjo, Selasa (30/8/2022) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.
Baca juga: Sulitnya Mencari Kerja di Bangka Belitung, Pekerja Ini Sampai Puluhan Kali Antar Lamaran
Baca juga: Disnaker Babel Dorong Masyarakat Miliki Keahlian dan Buka Usaha Guna Tekan Angka Pengangguran
Sementara itu penduduk usia kerja 15 hingga 19 tahun yang berstatus angkatan kerja pada Agustus 2021 memiliki persentase tertinggi yang berstatus sebagai pengangguran yaitu mencapai 19,46 persen, disusul dengan penduduk usia 20-24 yang mencapai 13,41 persen.
Dibeberkannya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2022 sebesar 4,18 persen (ada sekitar 4-5 orang dari 100 orang angkatan kerja yang termasuk kategori pengangguran), turun sebesar 0,87 persen poin dibandingkan dengan Februari 2021yang berada di angka 5,03.
"Bila dilihat dari series sejak Februari 2020, maka angka pada Februari 2020 adalah yang terkecil mencapai 3,41 dimana pada saat itu dampak Covid-19 belum terasa sekali kemudian pada Agustus 2020 meningkat pada angka 5.25. Sementara pada Februari 2021dan Agustus 2021 masing-masing adalah 5,04 dan 5,03," kata Harjo.
Baca juga: Ribuan Orang di Kota Pangkalpinang Jadi Pengangguran, Ini Penyebabnya
Di sisi lain, menurutnya secara umum trend ketenagakerjaan di Babel cukup baik meningkatnya lapangan kerja berdampak pada turunnya angka pengangguran.
Namun yang perlu diwaspadai adalah bergesernya Bukan Angkatan Kerja menjadi angkatan kerja.
"Karena bila perubahan bukan angkatan kerja menjadi angkatan kerja tidak sebanding dengan bertambahnya lapangan pekerjaan maka angka pengangguran juga akan meningkat. Untuk pengangguran di usia muda bisa dilakukan dengan memberikan kegiatan produktif seperti kejar paket, maupun kursus-kursus untuk meningkatkan kemampuan," saran Harjo.
(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/lowongan-kerja-1-2021.jpg)