Breaking News:

Syarat Mengajukan Pengembalian Dana Haji, Siapkan Dokumen Ini

Calon jemaah haji yang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah haji bisa memperoleh uang pengembalian yang sudah disetor sebelumnya

Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
Tribunnews/Bahauddin R Baso/MCH2019
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). Hari ini para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan untuk menyambut musim haji 1440H. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Syarat Mengajukan Pengembalian Dana Haji, Siapkan Dokumen Ini

Calon jemaah haji yang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan ibadah haji bisa memperoleh uang pengembalian yang sudah disetor sebelumnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, M. Karyawan mengungkapkan, pengembalian uang tersebut bisa dilakukan dengan membuat pengajuan ke Kantor Kemenag terdekat.

Kata dia, pengajuan pengembalian setoran yang sudah dibayarkan sebelumnya bisa dikembalikan secara utuh tanpa terpotong sedikit pun.

"Jadi bagi yang sudah meninggal dunia memang bisa dilakukan pengembalian uang yang sebelumnya telah disetorkan ke bank," kata Karyawan saat diwawancarai Bangkapos.com, Senin (29/8/2022).

Pengajuan pengembalian uang tersebut juga berlaku bagi para calon haji (calhaj) yang mengalami kondisi uzur sehingga tidak memungkinkan untuk pergi haji ataupun calhaj yang memang memiliki keperluan atau kepentingan mendesak.

Baca juga: Segini Besaran Uang Pensiunan Anggota DPR RI Tiap Bulan, Lengkap dengan Gaji dan Tunjangan

Baca juga: Curhat Pilu Vera Simanjuntak, Pacar Brigadir J : Abang Enggak Kangen ya Sama Adek? Adek Kangen Bang

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, M Karyawan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah, M Karyawan. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra))

"Seberapa banyak uang yang telah disetor, maka itulah nominal jumlah yang akan dikembalikan," jelasnya.

Adapun prosedur pengembalian uang tersebut dimulai dengan pengajuan permohonan pembatalan sesuai dengan alasan yang telah disebutkan di atas.

Karyawan menjelaskan, jika memang pengajuan pembatalan dan permintaan pengembalian uang tersebut dikarenakan yang bersangkutan telah meninggal dunia, maka yang mengurusnya adalah ahli waris dengan datang langsung ke Kantor Kemenag Bangka Tengah.

Lebih lanjut, secara umum persyaratan yang dibutuhkan adalah dengan mengajukan surat permohonan pembatalan berikut dengan administrasi lainnya seperti surat kematian atau akta kematian, surat keterangan ahli waris dan surat penunjukan ahli waris.

"Selain itu harus ditunjuk ahli waris yang rekeningnya bisa digunakan untuk pengembalian uang tersebut. Dan kalau ahli warisnya ada lebih dari satu, maka bisa dipilih salah satunya saja," terangnya.

Kemudian, harus disiapkan juga bukti setoran dana haji saat waktu pertama kali atau disebut juga Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dari bank.

"Termasuk administrasi yang umum lainnya seperti KK dan KTP, baik punya calhaj yang sudah meninggal dunia tersebut atau ahli waris yang akan mengurus pembatalan hajinya," sambung Karyawan.

Lanjut Karyawan, proses pencariannya pun terbilang cukup cepat dan diperkirakan tidak lebih dari sebulan.

"Kita urus secepat dan sesegera mungkin, paling lama mungkin satu bulan," pungkasnya.

Namun jika tidak ingin pengembalian dalam bentuk uang, maka ada yang namanya pelimpahan kuota haji yang bisa diberikan kepada ahli waris pokok, yaitu orang tua suami/istri dan anak kandung.

"Diluar itu, seperti bibi atau paman tidak boleh karena akan dibuktikan melalui data yang ada di Kartu Keluarga," imbuhnya.

Baca juga: Akhirnya Putri Mengaku Dapat Perintah dari Ferdy Sambo Untuk Mengakui Kejadian di Duren Tiga

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved