Brunei Darussalam
Inilah Alasan Mengapa Mata Uang Brunei Darussalam dan Malaysia Sama-sama Disebut Ringgit
Bisa disebut ringgit, mungkin membuat Anda bertanya-tanya mengapa nama mata uang Brunei sama dengan mata uang negara Malaysia
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM- Inilah alasan mengapa mata uang Brunei Darussalam dan Malaysia sama-sama disebut ringgit.
Mata uang negara Brunei Darussalam memiliki nama ringgit Brunei atau dollar Brunei.
Bisa disebut ringgit, mungkin membuat Anda bertanya-tanya mengapa nama mata uang Brunei sama dengan mata uang negara Malaysia, yakni ringgit Malaysia.
Ternyata ada sebuah sejarah dibalik mengapa mata uang Brunei Darussalam dan Malaysia sama-sama disebut ringgit.
Brunei dan Malaysia diketahui merupakan negara yang cukup berdekatan dari segi wilayahnya.
Rupanya, beberapa puluh tahun yang lalu ada sebuah perjanjian yang dibangun antara Brunei, Malaysia, dan Singapura.
Yakni soal penggunaan mata uang.
Sama-sama bernama ringgit, mata uang Brunei dan Malaysia sering membuat masyarakat bingung, terlebih orang-orang dari negara lain.
Pasalnya mereka menganggap dua negara ini punya mata uang yang sama.
YouTuber asal Indonesia yang menetap di Brunei Darussalam, Wulan akhirnya menjelaskan kebingungan banyak orang soal penamaan mata uang tersebut.
Dalam YouTubenya Wulan's Life, Wulan menjelaskan ringgit Brunei dan Malaysia kini ternyata berbeda.
Dikatakan Wulan di tahun 1967, tiga negara yakni Brunei, Malaysia, dan Singapura memang memiliki perjanjian kesepakatan untuk mengunakan satu mata uang saja.
Namun Wulan mengatakan di tahun 1973 Malaysia kemudian menarik diri.
Hingga berujung pada penggunaan mata uang masing-masing.
Apabila diperhatikan, penaman mata uang Brunei adalah ringgit Brunei atau dollar Brunei.
Ringgit Brunei dan dollar Brunei tidaklah sama dengan ringgit Malaysia.
"Di sini walaupun kita sebut ringgit tetapi sebenarnya adalah ringgit Brunei bukan Malaysia," kata Wulan.
Tetapi Wulan menuturkan bahwa nilai pertukaran antara mata uang Brunei dan Singapura adalah sama.
"Kalau kalian travelling ke Singapura membawa uang Brunei kalian akan dapat mempegrunakannya di Singapura, begitu pula sebaliknya," tambahnya.
Disebutkan Wulan Hal itu berlaku untuk semua pecahan uang terkecuali 1 dollar brunei dan 1 dollar singapura koin.
Selain itu uang kertas Brunei juga dibuat dari bahan yang tak biasa.
Dia mengatakan uang kertas di Brunei terbuat dari bahan polimer yang tak mudah rusak.
Uang kertas itu tak akan bisa terkekuk meski sudah dilipat.
Uang tersebut juga tak mudah lusuh, kusut, bahkan rusak meski tergiling di mesin cuci.
"Kalau tertekuk atau tak sengaja digiling di mesin cuci tidak akan rusak," ujar Wulan.
Tentunya hal ini jauh berbeda dari uang kertas Indonesia, yang gampang sekali rusak atau sobek saat basah dan tergiling mesin cuci.
Nominal uang
Selain itu Wulan juga membeberkan hal yang tak banyak diketahui oleh orang-orang seputar pecahan mata uang Brunei.
Yaitu nominal uang pecahan selembar B$ 10.000 yang jika dirupiahkan bernilai fantastis, yakni setara Rp 100 juta.
Dalam artian untuk memiliki Rp100 juta maka hanya perlu selembar B$ 10.000 saja.
Wulan menyebut pecahan mata uang di Brunei dimulai dari B$ 1, B$5, B$10, B$50, hingga B$100.
Wulan menerangkan B$100 di Brunei jika dirupiahkan maka akan senilai Rp1 juta.
"Jadi kalau 1 juta di Brunei cukup satu lembar saja. Kalau mau belanja kita hanya cukup membawa satu lembar saja, kalau di Indonesia agak tebel harus 10 lembar 100 ribuan," ujar Wulan.
Dia kembali menjelaskan nominal pecahan berikutnya adalah B$500, B$1000, hingga B$10.000.
Wulan mengatakan nominal B$10.000 tersebut adalah pecahan tertinggi yang senilai Rp100 juta.
Bayangkan uang Rp100 juta hanya perlu selembar saja di negara itu.
"Jangan terkejut kalau di Brunei ada duit senilai Rp 100 juta itu cukup satu lembar," tandas dia.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/2022815-Kolase-ringgit-Brunei-Darussalam-dan-ringgit-Malaysia.jpg)