Breaking News:

Inilah Sosok Jeanne Mandagi Brigjen Polisi Perempuan Pertama di Indonesia

Tepatnya pada tahun 1948 lalu ketika enam orang perempuan yakni Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan ...

Tribunnews
Jenderal Polisi Wanita Pertama di indonesia, Jeanne Mandagi 

BANGKAPOS.COM -- Tak banyak yang mengtahui, jika Polisi Wanita Indonesia ( Polwan ) bernama Jeanne Mandagi merupakan Brigjen Polisi perempuan pertama di Indonesia.

Seperti diketahui, setiap tanggal 1 September diperingati sebagai hari Polwan.

Hari Polwan diperingati untuk menandai pertama kalinya enam orang perempuan yang mendaftar dalam sekolah kepolisian.

Tepatnya pada tahun 1948 lalu ketika enam orang perempuan yakni Mariana Saanin, Nelly Pauna, Rosmalina Loekman, Dahniar Sukotjo, Djasmainar, dan Rosnalia Taher secara resmi disertakan dalam pendidikan kepolisian.

Karier perempuan di kepolisian pun berlanjut, hingga lahirlah seorang perempuan yang menjabat sebagai jenderal perempuan pertama.

Baca juga: Inilah Mobil dan Motor yang Tak Boleh Lagi Beli Pertalite Mulai September 2022, LCGC Amankah?

Baca juga: Apa Itu Social Butterfly yang Kerap Dijuluki Kepada Vidi Aldiano, Ini Ciri-cirinya

Baca juga: Satu Rumah di Kota Makkah, Arab Saudi Ini Tak Bisa Dibongkar oleh Alat Berat, Konon Katanya Ada Jin

Baca juga: Nama-nama Cucu Presiden Jokowi yang Terkenal Memiliki Nama Unik, Jan Ethes hingga Panembahan Al Saud

Baca juga: Para istri Bisa Amalkan Doa ini, Dibaca setelah Salat Wajib Agar Suami Semakin Cinta dan Lembut

Ia adalah Brigjen Pol. (Purn) Jeanne Mandagi. Seperti apa perjalanan kariernya?

Jeanne Mandagi, Jenderal Polisi Wanita Pertama di indonesia, Jeanne: Wanita Jangan Cuma Menjadi Bunga Penghias Ruangan Kerja Saja!
Jeanne Mandagi, Jenderal Polisi Wanita Pertama di indonesia, Jeanne: Wanita Jangan Cuma Menjadi Bunga Penghias Ruangan Kerja Saja! (Tribunnews)

Pendidikan dan Perjalanan Karier

Dilansir PARAPUAN dari Kompas.com, Jeanne merupakan perempuan berdarah Manado yang lahir pada 2 April 1937.

Ia menamatkan pendidikan SD dan SMP yang dikelola biarawati Katolik Manado, lalu melanjutkan pendidikan SMA di SMA Santa Ursula Jakarta.

Lulus pada tahun 1963 dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jeanne memutuskan untuk masuk Kepolisian RI.

Ia resmi diangkat menjadi Polwan sejak 1 Desember 1965, dan melanjutkan pendidikan dengan mengikuti Kursus Peradilan Militer di tahun 1966.

Empat bulan berselang, ia ditugaskan menjadi Kepala Seksi Hukum Polda Maluku.

Kemudian menjadi Hakim Polri di Polda Maluku hingga tahun 1969.

Baca juga: Cerita Siti Z, Warga Semabung yang Gemetar Lihat Bayi di Dalam Plastik Merah di Bawah Jendela Kamar

Baca juga: 12 Doa Dahsyat, Hasbunallah Wanikmal Wakil Hingga Mendatangkan Harta Sebumi Ilmu Selangit

Baca juga: 5 Bacaan Doa Agar Terlihat Cantik dan Bercahaya, Aura Wajah Terpancar Setiap Hari

Baca juga: Sosok Kuat Maruf yang Diduga Dekat dengan Putri Candrawathi dan Jadi Tersangka Kasus Brigadir J

Baca juga: Soal Sutradara Tampar Kru Perempuan, Ernest Prakasa Ancam Bongkar Identitas Pelaku

Di tahun 1970, ia ditugaskan sebagai Kasi Binapta Polda Metro Jaya, kemudian bertanggung jawab sebagai Hakim Mahkamah Militer untuk wilayah Jakarta - Banten.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved