Jumat, 10 April 2026

Berita Pangkalpinang

Masih Ditemukan 30 Ekor Sapi di Babel Mengidap PMK, Satgas Upayakan Percepatan Penyembuhan

Masih ditemukan sebanyak 30 ekor sapi berstatus sakit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bangka Belitung (Babel) hingga 30 Agustus 2022.

Penulis: Cici Nasya Nita |
bangkapos.com
Rapat Koordinasi Satgas PMK di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur, Kamis (1/9/2022). (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Masih ditemukan sebanyak 30 ekor sapi berstatus sakit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bangka Belitung (Babel). Data itu terangkum per Tanggal 30 Agustus 2022.

Sementara itu bila diakumulasi total kasus hewan ternak yang terjangkit PMK ada 4.093 ekor yang bila dirincikan 3.813 ekor sapi dan 280 ekor kambing. Di antara total itu, sudah 3.648 ekor sapi dan 273 ekor kambing yang telah dinyatakan sembuh.

Kepala Bidang Pencegahan Satgas PMK Provinsi Babel, Mikron Antariksa, Kamis (1/9/2022) mengatakan, persentase kesembuhan hewan ternak sudah capai 95 persen.

"Angka kesembuhan ini menunjukan bahwa dari tingkat atas dan kabupaten bertindah searah. Ada beberapa kasus di beberapa provinsi yang 0, di kita ada beberapa lagi yang sakit, yakni sapi," ujar Mikron di sela-sela Rapat Koordinasi Satgas PMK di Ruang Pasirpadi Kantor Gubernur Babel.

Lebih lanjut katanya, untuk mengatasi masih adanya sapi yang terkena PMK, Satgas PMK Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan melakukan percepatan penyembuhan.

"Kita akan melakukan percepatan, salah satunya dengan vaksinasi, kita juga sudah cukup memadai," katanya.

Hingga tanggal 31 Agustus 2022, terdata sudah 9.068 ekor dari 17.621 ekor hewan ternak yang sudah dilakukan vaksinasi di Bangka Belitung.

"Jadi koordinasi berjalan baik, dari sisi manajerial dan kemudian menggerakan kawan di lapangan itu baik, sehingga kami koordinasi di kabupaten kota lancar. Tapi memang ada kabupaten kota yang belum ada Satgas dan ada yang masih dalam proses," kata Mikron.

Dia menambahkan saat ini kasus PMK di Bangka Belitung terjadi penurunan bila dibandingkan beberapa waktu.

"Di kita itu karena populasi sedikit tetapi karena jumlah positif banyak jadi persentase tinggi, kita sempat masuk ketiga besar pas Idul Adha, secara bertahap, kita melakukan upaya pencegahan, salah satu kita tidak menerima hewan dari Lampung dan mesti melampirkan surat sehat untuk membawa hewannya, maka jadi penurunan kasus," kata Mikron.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Satgas PMK Pusat, Jarwansah dalam paparan mengatakan dalam satu bulan terakhir, berbagai langkah pengendalian dilakukan untuk menekan laju penularan kasus PMK.

Dia membeberkan ada terdapat 8 provinsi terinfeksi yang sudah tidak mencatatkan kasus baru (zero case) per 15 Agustus 2022, meliputi DKI Jakarta, Bali, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Kalimanatan Barat, dan Kalimantan Tengah.

"Strategi utama penanganan PMK, yakni pengobatan, vaksinasi, biosecurity, dan potong bersyarat," kata Jarwansah. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved