Breaking News:

Berita Bangka Barat

DPM Nakertrans Bangka Barat Sebut 10 THM di Kecamatan Parittiga Tak Berizin

Kepala DPM Nakertrans Bangka Barat, Rosdjumiati, mengungkapkan, 10 THM belum memiliki izin dan dua THM sudah mengantongi izin

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
DPRD Bangka Barat gelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama pemda, Kejaksaan, LSM di Parittiga dan sejumlah perwakilan THM, di Kantor DPRD Bangka Barat, Jumat (2/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPM Nakertrans) Kabupaten Bangka Barat, mencatat sebanyak 12 tempat hiburan malam (THM) beroperasi di wilayahnya.

Dari 12 THM, dua di antaranya sudah memiliki izin yang diperuntukkan sebagai karaoke keluarga. Sementara 10 THM yang berada di Kecamatan Parittiga, sama sekali belum mengantongi izin dari pemerintah daerah.

Kepala DPM Nakertrans Bangka Barat, Rosdjumiati, mengungkapkan, 10 THM belum memiliki izin dan dua THM sudah mengantongi izin. THM juga tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol. Minuman tersebut bisa dijual di hotel berbintang.

"Sesuai dengan peraturan pemerintah daerah (Perda), tidak boleh menjual minuman beralkohol, kecuali hotel berbintang di sini belum ada hotel berbintang," kata Rosdjumiati, Jumat (2/9/2022).

Kata dia, dua THM yang sudah mengantongi izin itu sesuai dengan rekomendasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Izin tersebut dikeluarkan lantaran dua THM tidak menjual minuman beralkohol dan hanya izin membuka karoke keluarga saja.

"Tidak menjual, makanya izinnya keluar. Kami menyetujui karena ada rekomendasi dari dua OPD teknis. 10 THM yang belum berizin mereka belum mengajukan ada yang sengaja tidak mengajukan," ujarnya.

Dia menambahkan, 10 THM yang belum memiliki izin, bisa dikatakan ilegal lantaran belum mengantongi izin pemerintah daerah.

Sedangkan, THM milik seseorang berinisial K, Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapak Usaha Indonesia (KBLI) yang seharusnya.

"Itu tidak sesuai, jadi KBLI untuk karaoke itu adalah 93292, jadi yang diunggah oleh pihak karaoke itu tidak sesuai. Setelah kami teliti memang ada kekeliruan," jelasnya.

Kata Ros, sapaan akrabnya, THM karaoke harus mempunyai Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terlebih dahulu dan pihak THM tersebut telah mengajukan kepada DPM Nakertrans Babar. Namun dikembalikan sebab tidak memenuhi persyaratan.

"Karena IMB yang mereka ajukan itu, ternyata persetujuan dari warga yang bukan sekitar THM. Jadi kami sudah konfirmasi langsung dari tetangga kiri kanan dari THM itu, ternyata bukan tetangga itu yang menandatangani," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved