Breaking News:

Luhut Pandjaitan Pastikan Harga Pertalite dan Solar Akan Tetap Naik, Tinggal Tunggu Presiden

Luhut mengatakan, harga BBM akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Namun, kepastikan waktu masih menunggu pengumuman langsung dari Presiden.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
maritim.go.id
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta jangan ada kerumunan lagi terkait kenaikan angka kasus positif corona, Senin (30/11/2020) 

BANGKAPOS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan harga BBM subsidi akan tetap naik cepat atau lambat.

Rencana itu diungkap saat Luhut menghadiri Simposium dan Expo UMKM Binaan Pesantren di Banyuwangi, Kamis (1/9/2022) sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Luhut mengatakan, harga BBM akan naik dalam beberapa waktu ke depan.

Namun, mengenai kepastikan waktu masih menunggu pengumuman langsung dari Presiden Joko Widodo.

Ia juga menambahkan, kenaikan harga BBM sudah melalui tahap kajian dan penghitungan yang matang.

Oleh sebab itu, masyarakat diminta tenang dan menerima apapun yang telah menjadi kebijakan pemerintah.

“Kalau pemerintah buat kebijakan ke depan, misalnya akan diputuskan kenaikan BBM, karena itu sudah dipertimbangkan yang terbaik,” ujar Luhut, dalam siaran Youtube Kabupaten Banyuwangi (1/9/2022) dilansir Kompas.com.

“Dan semua bantalan-bantalan sudah disiapkan. Kapan itu? Kita tunggu saja nanti Pak Presiden,” kata dia.

Seperti diketahui, Pemerintah berencana menaikan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar.

Pertamina Sumbagsel Terus Salurkan BBM subsidi Lebih Tepat Sasaran Di Tengah Permintaan Yang Meningkat   
Pertamina Sumbagsel Terus Salurkan BBM subsidi Lebih Tepat Sasaran Di Tengah Permintaan Yang Meningkat   (Ist)

Isu yang berkembang untuk harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, sementara Solar naik dari Rp 5.150 menjadi Rp 7.200 per liter.

Namun memasuki bulan September 2022, PT Pertamina (Persero) justru melakukan penurunan harga terhadap bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Di mana penurunan harga BBM non subsidi ini berlaku di seluruh provinsi di Indonesia. Sedangkan BBM subsidi Pertalite, Solar dan termasuk Pertamax, masih mengacu pada harga lama.

Harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo mengalami penurunan Rp 2.000 per liter, Dexlite turun Rp 700 per liter, dan Pertamina Dex turun Rp 1.500 per liter.

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menilai, penurunan harga BBM nonsubsidi itu merupakan strategi untuk meredam kepanikan di masyarakat.

“Pemerintah melakukan ini tujuannya lebih kepada supaya masyarakat tidak panik, dan situasi tetap kondusif,” kata Trubus mengutip Kompas.com, Kamis (1/9/2022).

Menurut dia, dengan menurunkan harga BBM nonsubsidi, secara tidak langsung diharapkan dapat mendorong peralihan konsumen dari BBM subsidi menjadi ke BBM nonsubsidi.

 “Apa yang dilakukan pemerintah saat ini, sebelum benar-benar menaikkan harga BBM subsidi, seperti gimmick. Itu nantinya juga akan ke sana (menaikkan harga BBM subsidi). Tapi takut masyarakat shock, jadi dibikin model seperti itu, kan kalau BBM non subsidi diturunkan dulu masyarakat beralih (ke BBM non subsidi). Supaya tenang, enggak gaduh, dan enggak demo,” ucap dia.

Sementara itu pihak Pertamina, Irto Ginting mengatakan alasan harga BBM subsidi yaitu Pertalite masih normal karena masih menunggu keputusan dan arahan dari pemerintah sebagaimana dilansir tayangan Kompas Video

(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved