Breaking News:

Kepolisian

Mengenal Apa Itu Obstruction of Justice yang Menjerat Dua Jenderal Polisi di Kasus Brigadir J

Selain dua jenderal polisi, ada 5 perwira polisi yang juga ditetapkan menjadi tersangka dengan pangkat

Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
Kolase Istimewa
Ferdy Sambo saat menjalani proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (30/8/2022) 

BANGKAPOS.COM-Dua orang jenderal yang masing-masing berpangkat bintang dua dan bintang satu ditetapkan sebagai tersangka kasus obstruction of justice dalam kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Selain dua jenderal polisi, ada 5 perwira polisi yang juga ditetapkan menjadi tersangka dengan pangkat Komisaris Besar hingga Komisaris Polisi.

Berikut daftar nama tujuh polisi yang ditetapkan sebagai tersangka kasus obstruction of justice dalam kasus kematian Brigadir J:

7 polisi tersangka kasus obstruction of justice

-Brigjen Hendra Kurniawan selaku mantan Karopaminal Divisi Propam Polri

-Kombes Agus Nurpatria selaku mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri

-AKBP Arif Rahman Arifin selaku mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri

-Kompol Baiquni Wibowo selaku mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri

-Kompol Cuk Putranto selaku mantan PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri

-AKP Irfan Widyanto selaku mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri

-Irjen Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri

Apa itu obstruction of justice?

Baru-baru ini istilah obstruction of justice marak diperbincangkan publik tanah air.

Pasalnya, Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka Obstraction of Justice dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved