Breaking News:

Kepolisian

Dipecat, Ferdy Sambo dan Dua Perwira Ajukan Banding, Apa Keuntungannya? Ini Penjelasan Pakar

Dalam waktu 21 hari memori banding diputuskan, apakah diterima atau ditolak nanti hasilnya juga akan kami sampaikan kepada

Editor: Iwan Satriawan
Kolase Istimewa
Ferdy Sambo dan istrinya saat menjalani proses rekonstruksi, Selasa (30/8/2022) 

BANGKAPOS.COM- Irjen Ferdy Sambo dan dua orang perwira polisi bawahannya di Divisi Propam yang dipecat dari kepolisian dalam sidang kode etik Polri mengajukan banding.

Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo dan Kompol Chuck Putranto dan Kompol Baiquni.

Untuk mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah menyiapkan sidang komisi banding.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan, pihak Biro Wabprof telah berkomunikasi dengan Divkum Polri dan sudah mempersiapkan sidang komisi banding.

Mengenai memori banding, menurut Dedi, pihaknya belum menerima memori banding yang diajukan oleh Irjen Ferdy Sambo.

“Untuk memori banding Irjen FS atau Saudara FS, belum diterima,” tuturnya, dikutip dari pemberitaan Kompas Pagi di Kompas TV, Sabtu (3/9/2022).

“Namun demikian, dari pihak Wabprof sudah berkomunikasi dengan Divkum Polri, sudah mempersiapkan sidang komisi banding.”

Nantinya, lanjut Dedi, sidang komisi banding tersebut akan dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Komjen.

“Sidang komisi banding ini akan dipimpin oleh Pati bintang tiga,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, sesuai aturan, Ferdy Sambo mempunyai waktu selama 21 hari untuk menyampaikan memori banding tersebut.

"Dalam waktu 21 hari memori banding diputuskan, apakah diterima atau ditolak nanti hasilnya juga akan kami sampaikan kepada rekan-rekan media," ujarnya.

Tersangka kasus obstruction of justice kematian Brigadir J, Kompol Baiquni juga mengajukan banding usai dipecat secara tidak hormat dari anggota Polri.

Dalam sidang kode etik yang digelar Polri pada Jumat (2/9/2022) pukul 09.30 WIB, mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri ini terbukti melanggar Pasal 13 ayat 1 PP Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Tak hanya itu, Baiquni juga melanggar Pasal 10 ayat 1 huruf F Pasal 10 ayat 2 huruf H Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Etik Polri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved