Breaking News:

Meninggalnya Penambang di Konsesi PT Timah Tbk dan Rencana Kenaikan BBM Jadi Berita Populer

Sistem pertambangan yang dilakukan PT Timah Tbk jadi sorotan Komisi VII DPR. Selain berita itu, kenaikan BBM subsidi berita Ferdy Sambo masih populer

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
bangkapos.com
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Patijaya. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli) 

BANGKAPOS.COM - Sistem pertambangan yang dilakukan PT Timah Tbk jadi sorotan Komisi VII DPR RI. Selain berita itu, kabar rencana kenaikan BBM subsidi berita Ferdy Sambo masih jadi berita terpopuler di Bangka Pos.

Berikut ini berita populer yang direkomendasikan bangkapos.com untuk pembaca pada pagi ini.

1. Bambang Patijaya Soroti Tewasnya Penambang di Konsesi PT Timah: Berarti Ada yang Salah

Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung, Bambang Patijaya

Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung, Bambang Patijaya(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

BANGKAPOS.COM - Meninggalnya penambang timah Hadi (40) saat melakukan aktivitas penambangan di laut Sukadamai, Toboali mendapat sorotan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Patijaya.

Kecelakaan yang terjadi di wilayah konsesi PT Timah Tbk tersebut disayangkan oleh anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung ini.

Hadi (40) tewas saat melakukan aktivitas penyelaman di dasar laut, pada hari Rabu (31/8/2022) pagi.

Kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan pihak Polres Bangka Selatan.

Sebelumnya, pada tanggal 21 Juli 2022 lalu, Baron (40) tewas terkena kipas Kapal Isap Produksi (KIP) di Laut Matras.

Baca Selengkapnya

2. Dukung Kenaikan Pertalite, BEM RI: Alihkan Subsidi dari si Kaya ke si Miskin

Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) mendukung rencana kenaikan harga Pertalite

Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) mendukung rencana kenaikan harga Pertalite(Ist)

BANGKAPOS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) mendukung rencana kenaikan harga Pertalite dan mengalihkan subsidi dari orang kaya ke orang miskin. Demikian disampaikan Koordinator Pusat BEM RI, Abdul Muhtar dalam pernyataan sikap hari ini. 

“Pertama, mendesak Pemerintah untuk mengalihkan anggaran subsidi energi yang sangat besar, yakni Rp502 triliun pada Tahun Anggaran 2022, untuk pembangunan di berbagai sektor yang dibutuhkan masyarakat kelas bawah dan kegiatan produktif. Misalnya pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur energi dan sektor produktif lain yang bersinggungan langsung dengan hajat hidup masyarakat miskin di negeri ini,” kata Muhtar. 

Halaman
123
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved