Breaking News:

RMB Bekali Mahasiswa Baru IAIN SAS Babel dengan Nilai-nilai Moderasi Beragama

Moderasi beragama harus menjadi gerakan dan narasi besar untuk merekat dan merawat persatuan, serta keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Novita
ISTIMEWA
kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus IAIN SAS Babel. 

BANGKA - Kementerian Agama Republik Indonesia gencar menyosialisasikan moderasi beragama, sebagai langkah untuk saling menghargai perbedaaan keyakinan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hari kedua kegiatan Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK), Selasa (30/8/2022), mahasiswa baru IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mendapat pembekalan tentang penguatan nilai-nilai moderasi beragama.

Materi ini menjadi satu di antara materi penting dalam kegiatan PBAK pada tahun ini., sesuai tema yaitu “Memperkuat Budaya Akademik berbasis Moderasi Beragama”.

Materi tentang penguatan nilai-nilai moderasi beragama, disampaikan oleh tim dari Rumah Moderasi Beragama(RMB) IAIN SAS Bangka Belitung yaitu Reno Ismanto Lc MIRKH dan Rahmat Danni MPd.  Sesi ini dimoderatori langsung oleh Ketua Rumah Moderasi Beragama IAIN SAS Babel Dr Noblana Adib MPd.

Dalam penyampaianya tentang Konsep dan Peta Jalan Moderasi Bergama, Reno Ismanto Lc MIRKH menyampaikan, bahwa penguatan nilai-nilai moderasi Beragama merupakan sebuah keniscayaan bagi masyarakat Indonesia saat ini. 

Moderasi beragama harus menjadi gerakan dan narasi besar untuk merekat dan merawat persatuan, serta keharmonisan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Sementara itu, Rahmat Danni MPd menyampaikan materi tentang Wawasan Kebangsaan.  Wawasan kebangsaan sangat penting untuk ditanamkan pada diri semua warga negara Indonesia, khususnya mahasiswa baru yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa. 

Mahasiswa sebagai warga terdidik diharapkan dapat melihat keberagaman, termasuk agama dan keyakinan, sebagai keistimewaan yang harus dijaga bersama.

Dengan materi penguatan nilai-nilai moderasi beragama, mahasiswa baru diharapkan nantinya dapat menjadi agen-agen moderasi beragama, yang menunjukkan bahwa semangat beragama yang benar, tidak akan bertentangan dengan komitmen kebangsaan dan kecintaan kepada tanah air. (*)

Penulis : Ayaknan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved