Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bansos Kompensasi Kenaikan BBM, Pj Gubernur Bangka Belitung Pastikan Tepat Sasaran

Pemerintah akan menggelontorkan bantuan sosial sebesar Rp24,17 triliun dalam tiga jenis bantuan, sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Tangkapan layar Live Facebook Bangkapos.com
Beberapa pengendara motor memilih putar balik dari SPBU Jl Ahmad Yani Kota Pangkalpinang saat tahu harga BBM jenis pertalite naik jadi Rp10.000, Sabtu (3/9/2022) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah akan menggelontorkan bantuan sosial sebesar Rp24,17 triliun dalam tiga jenis bantuan, sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Penjabat (Pj) Bangka Belitung (Babel), Ridwan Djamaluddin memastikan bantuan sosial kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Bangka Belitung (Babel) harus tepat sasaran.

"Secara detil belum (soal penyaluran bansos-red), tapi itu baru disampaikan pemerintah pusat, nanti akan kita atur, yang penting adalah tepat sasaran," ungkap Ridwan, Senin (5/9/2022) saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Baca juga: Momen G20 Belitung, Bupati Belitung Sahani Saleh: Masyarakat Belitung Ngalah Dulu, Jangan ke Pulau

Baca juga: Buaya Ganas Sembunyi di Pemandian Umum di Parittiga Bangka Barat, Wanita Sedang Mencuci Diterkam

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung, untuk mendapatkan data akurat penerima bantuan sosial.

"Kita akan berkoordinasi dengan BPS khususnya, dan data-data lain karena di situ lah sering melesetnya kita, jangan sampai kita memberikan anggaran, pada dasarnya dana negara kepada pihak tidak tepat," kata Ridwan.

Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung (Babel), Ridwan Djamaluddin.
Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung (Babel), Ridwan Djamaluddin. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Menunjang agar bantuan sosial ini tepat sasaran, Ridwan akan melibatkan berbagai stakeholder dalam hal ini.

"Itu ide bagus (ada tim khusus penyaluran bansos di Babel-red), akan saya coba, selain itu dukcapil akan dilibatkan karena identitas itu sangat penting," kata Ridwan.

Baca juga: Anak Tewas Dikeroyok di Halaman Karaoke di Belitung, Bapak Teringat Pesan Terakhir untuk Sang Putra

Dia menambahkan penyaluran bantuan sosial ini juga sebagai upaya agar daya beli masyarakat tetap terjaga setelah kenaikan BBM.

"Ini merupakan bentuk antisipasi pemerintah yang sangat kita hargai, sehingga dampak kenaikan BBM dapat menahan laju inflasi dan konsumsi rumah tangga.

Pemerintah daerah (pemda) juga akan mengalokasikan 2 persen dari dana alokasi umum dan dana bagi hasil dalam bentuk subsidi transportasi. Pemberian bansos ini harus tepat waktu dan tepat sasaran," ungkap Ridwan yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM ini.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved