Minggu, 26 April 2026

Berita Sungailiat

Cegah Penularan DBD, HAKLI Bangka Minta Siswa SMA Jadi Jumantik

Boy berharap, setiap Senin, murid mengambil foto dari handphone kondisi bak mandi atau penampungan air di rumahnya, yang bersih dari jentik nyamuk.

Penulis: edwardi | Editor: Novita
IST/Dinkominfotik Bangka
Kepala Dinas Kominfotik Bangka, Boy Yandra saat menjadi pembina upacara di SMAN 1 Sungailiat, Senin (5/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setiap siswa SMA sederajat dapat berperan sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di lingkungan rumah masing-masing, sebagai upaya pencegahan penyakit menular Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangka.

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengemukakan, DBD merupakan penyakit menular yang memiliki dampak buruk, baik bagi kesehatan individu maupun bagi kondisi sosial masyakat.

"Sehingga pencegahan DBD ini memerlukan gerakan masif yang membutuhkan peran serta seluruh masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit DBD ini," kata Kepala Dinas Kominfotik Bangka ini saat menjadi pembina upacara di SMAN 1 Sungailiat, Senin (5/9/2022).

Sampai saat ini, dia menyebut sudah sekitar 160 orang terkena DBD. Bahkan mungkin di antara kita ini ada yang terkena DBD karena kita agak lengah.

"Dilihat dari sumbernya, penyakit DBD ini dibawa Nyamuk Aedes Aegypti yang gampang bersarang di lingkungan kita," jelasnya.

Oleh karena itu, perlu perhatian semua orang untuk memantau kondisi lingkungan agar selalu bersih dari berkembangnya Nyamuk Aedes Aegypti.

"Termasuk peran seluruh siswa, yang juga turut memantau keberadaan jentik nyamuk di sekitar lingkungan rumahnya masing-masing," imbuhnya.

Dia berharap, setiap Senin, setiap murid mengambil foto dari handphone kondisi bak mandi atau penampungan air di rumahnya, yang bersih dari jentik nyamuk.

"Harus bersih, kalau masih ada jentik segera dibersihkan. Sehingga terpantau terus kondisi baik air dan lain-lainnya," kata Boy Yandra.

Ditambahkannya, perlu juga dilakukan gerakan 3M plus, hal ini merupakan kampanye kesehatan dalam mengatasi menularnya penyakit DBD.

Gerakan ini adalah menguras, menutup, menimbun serta hindari gigitan nyamuk dengan pemakaian kelambu dan waspada terhadap gigitan nyamuk pada waktu pagi dan sore.

"Jangan lupa juga, kita dapat melaksanakan 3M plus, menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, menimbun barang-barang bekas yang bisa menampung air. Lalu, waspada terhadap gigitan nyamuk khususnya jam-jam tertentu pagi dan sore, lalu pakai kelambu dan gunakan obat abate," imbuh Boy Yandra. (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved