Breaking News:

Bangka Belitung Memilih

Didit Srigujaya Klaim PDIP Banjir Kader Tarung di Pilgub 2024, Termasuk Dirinya

Sejumlah Partai Politik (Parpol) telah menentukan sikap, menjelang kontestasi Pilgub 2024 mendatang.

Penulis: Antoni Ramli | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Ketua DPD PDIP provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejumlah Partai Politik (Parpol) telah menentukan sikap, menjelang kontestasi Pilgub 2024 mendatang.

Seperti halnya Gerindra, yang santer bakal kembali mengusung Erzaldi Rosman pada Pilgub Bangka Belitung 2024 mendatang.

Sama halnya dengan partai Golkar Bangka Belitung, yang telah menentukan sikap mengusung kadernya Hidayat Arsani di Pilgub 2024 mendatang.

Hidayat Arsani, dinilai satu satunya kader Golkar yang siap bertarung di pilgub nantinya.

Baca juga: Dampak Harga BBM Naik, Begini Kata Ketua DPRD Bangka Belitung Terkait Tunjangan Trasportasi Dewan

Baca juga: Melawan Saat Tangan Diterkam Buaya, IRT di Bangka Barat Ini Lolos dari Maut, Alami Patah Tangan

Bagaimana dengan PDIP, yang sempat diisukan minim kader untuk diusung ke Pilgub 2024 mendatang.

Seolah menepis anggapan tersebut, ketua DPD PDIP Provinsi Bangka Belitung, Didit Srigusjaya angkat bicara.

Bahkan mantan ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung  itu, mengklaim partai banteng bermocong putih itu kebanjiran kader di Pilgub 2024 mendatang.

Menurut Didit ada beberapa nama kader PDIP yang berpotensi diusung dalam pilgub mendatang.

Diantaranya Mulkan, Rudianto Tjen, Rustam Effendi, Maulan Aklil (molen), termasuk dirinya dirinya sendiri.

"Kalau kader PDIP banyak, ada Mulkan Rudi, Molen, Rustam termasuk saya juga ketua DPD PDIP, semuanya berpotensi," kata Didit, di kantor DPD PDIP Babel, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Tim Buser Naga Polres Pangkalpinang Tangkap Tujuh Pencuri, Mayoritas Incar Tabung Gas 3 Kilogram

Baca juga: Bansos Kompensasi Kenaikan BBM, Pj Gubernur Bangka Belitung Pastikan Tepat Sasaran

Senada dengan Golkar, soal koalisi PDIP juga belum menentukan sikap seperti Gerinda dan PKB yang lebih dini menentukan sikap untuk berkoalisi.

Menurut Didit, DPD, DPC PDIP tidak mempunyai kompetensi menggodok atau menentukan koalisi.

"Kalau koalisi itu kita menunggu Pilpres nanti, dan itu DPP yang menentukan. DPD, DPC Tidak punya hak, kita hanya bisa  memberikan masukan dan pendapat saja," kata Didit.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved