Breaking News:

Kunjungi IAIN SAS Bangka Belitung, Staf Khusus Menag RI Beri Penguatan Moderasi Beragama Bagi Dosen

Kementerian Agama terus menggencarkan upaya penguatan moderasi beragama, Salah satu aktor penting dalam kampanye ini adalah

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: nurhayati
IAIN SAS Babel
IST/Dokumentasi IAIN SAS Babel 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Agama terus menggencarkan upaya penguatan moderasi beragama.

Diantara aktor penting dalam kampanye ini adalah para civitas Akademika IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik Bangka Belitung dengan kegiatan Silaturahmi dan Arahan Tentang Penguatan Penguatan Moderasi Beragama yang dilaksanakan di Aula Gedung Terpadu IAIN SAS Bangka Belitung, senin (5/9/2022).

Rektor IAIN SAS Bangka Belitung Dr. Irawan, M.S.I dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasih kepada Staf Ahli Menteri Agama bersedia hadir di Kampus IAIN SAS Bangka Belitung

“Moderasi beragama merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama yang harus disosialisasikan dan disukseskan, mengingat akhir-akhir ini banyak sekali isu radikalisme dan intoleran. 

Oleh karena hal tersebut, perlu adanya langkah strategis penguatan moderasi beragama untuk menangkal segala bentuk isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

“Ada empat indikator moderasi beragama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. 

Di samping itu, kita juga harus berpegang teguh kepada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945,” Ujar Irawan.

Staf Khusus Menteri Agama RI KH. Ishfah Abidal Aziz, M.Si memulai pemaparannya dengan menegaskan bahwa Moderasi Beragama yang diusung oleh Kemenag RI bukan hanya merupakan antitesis dari radikalisme dan terorisme, tetapi juga lebih kepada cara pandang, sikap dan praktek beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi agama, bukan hanya agama Islam tapi semua Agama.

Esensi beragama di semua agama itu memiliki nilai-nilai yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi negara sebagai kesepakatan beragama, jelas Ishfah.

Lebih Lanjut yang Akrab dipanggil Gus Alex ini menjelaskan bahwa moderasi beragama adalah proses memahami sekaligus mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaku ekstrem atau berlebih-lebihan saat mengimplementasikannya.

"Cara pandang dan sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat plural dan multikultural seperti Indonesia, karena hanya dengan cara itulah keragaman dapat disikapi dengan bijak, serta toleransi dan keadilan dapat terwujud," jelasnya.

Gus Alex menilai lembaga pendidikan keagamaan dan penguruan tinggi memiliki peran penting dalam penguatan moderasi beragama. 

Pengarusutamaan prinsip moderasi beragama melalui peran lembaga pendidikan keagamaan menjadi sangat strategis, tegas Stafsus Menag RI

Hadir pada kegiatan ini Kepala Kemenag Babel Drs. H. Tumiran Genefo, M. H. Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Hatamar, M.Ag, Wakil Rektor II Dr. Masmuni Mahatma, M.Ag, Wakil Rektor III Dr. H. Muh Misdar, M.Ag, Kepala Biro AUAK Drs. H. Eramli Jantan Abdullah, M.M, Para Dekan dan civitas akademika IAIN SAS Bangka Belitung.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved