Breaking News:

Berita Bangka Barat

Travel Gelap Masih Eksis di Bangka Barat, Disperkimhub Sebut Informasi Razia Sering Bocor

Pihak dispekimhub Babar juga sudah melakukan razia untuk menertibkan travel gelap ini. Namun, informasi bahwa pihaknya akan turun sering bocor.

Penulis: Yuranda | Editor: Novita
Bangkapos.com/Yuranda
Kabid Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Bangka Barat, mengungkapkan, travel gelap masih eksis di tengah perkembangan angkutan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) di Provinsi Bangka Belitung.

Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Disperkimhub Bangka Barat, Juswardi, tak menampik maraknya kemunculan angkutan umum ilegal atau travel gelap, kerap dikeluhkan para angkutan umum resmi.

"Travel gelap di Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok sudah lama beroperasi. Sebelum saya menjabat sebagai kabid, travel gelap ini bukan hanya di Babar saja, melainkan daerah lain juga karena daerah kita kepulauan," kata Juswardi, Selasa (6/9/2022).

Menurutnya, persolan ini sudah bertahun-tahun terjadi di Kabupaten Bangka Barat. Pihaknya juga sudah melakukan razia untuk menertibkan travel gelap ini. Namun, informasi bahwa pihaknya akan turun sering bocor.

"Sampai sekarang pun sulit diterbitkan, sudah beberapa kali razia informasinya bocor. Jadi mereka (travel gelap) bubar semua," kata dia.

Sedangkan untuk merangkul travel gelap, menurutnya agak sulit dilakukan sebab mereka harus mengubah ke multi moda dan membuat perusahaan terlebih dahulu.

"Memang sulit untuk menghapuskan plat hitam, tapi kalau kita rangkul juga kita harus punya dasar. Mereka harus mengubah ke multi moda dan mereka harus membuat perusahaan terlebih dahulu," jelas Juswardi.

Rencana Buat Terminal Dekat Pelabuhan

Juswardi mengatakan, pemkab berencana akan memindahkan terminal dekat pelabuhan. Pasalnya, saat ini pelabuhan dengan terminal terpaut jarak yang jauh.

Hal tersebut dilakukan agar polemik travel gelap ini bisa diatasi dan juga memudahakan mobilitas penumpang dari kapal.

"Kemarin ada rencana, tanah hampir diproses. Tanah juga sudah kita cari dan tanah itu sudah dibebaskan dari Bangka Induk. Hanya jadi masalah polemik kembali ke masyarakat tanah tersebut," kata dia.

"Jadi bersainglah cari penumpang kalau sudah di buat terminal di sana. Kalau sekarang ini penumpang hanya diantar sampai terminal," tambahnya.

Diketahui, selama ini para penumpang banyak memilih travel gelap karena dibuat nyaman dan langsung sampai rumah.

"Kenapa penumpang memilih kendaraan plat hitam atau travel-travel gelap ini, mereka dibuat lebih nyaman, dengan kondisi kendaraan yang ber-AC, simpel, langsung sampai rumah. Terus hitungannya tidak berbeda jauh dengan bus, itulah kenapa dipilih masyarakat," ucapnya. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved