Breaking News:

G20 Berakhir Hari Ini, Pj Gubernur Sebut Outputnya Pada Pembangunan Berkelanjutan di Bangka Belitung

Development Ministerial Meeting (DMM) G20 di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung berakhir pada hari ini, Jumat (9/9/2022).

Penulis: Riki Pratama | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com/Riki Pratama
Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin saat ditemui Bangkapos.com, Jumat (9/9/2022) di Bangka Belitung Cultural Exhibition, From Babel to The World di Pendopo Pantai Tanjung Kelayang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Development Ministerial Meeting (DMM) G20 di Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung berakhir pada hari ini, Jumat (9/9/2022).

DMM G20 ini dimulai dari 7-9 September 2022 dilaksanakan di Sheraton Resort Belitung dan Ballroom BW Suite Hotel yang menjadi lokasi pertemuan 22 delegasi, perwakilan negara dari bagian barat, hingga bagian timur dunia. 

Agenda meeting banyak dilakukan para delegasi. Mereka membahas berbagai persoalan di dunia baik dari blue economy persoalan industri penerbangan, pariwisata, kelautan, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, mengatakan, arah yang diharapkan dari pelaksanaan G20 di Belitung yaitu berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan di Babel.

"Arah kepada pembangunan berkelanjutan yang berdampak ke masyarakat arahnya ke sana. Sektornya dikembangkan secara berkelanjutan," kata Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin, kepada Bangkapos.com, Jumat (9/9/2022) di Bangka Belitung Cultural Exhibition, From Babel to The World di Pendopo Pantai Tanjung Kelayang.

Dikatakannya, momen G20 ini menjadi sangat penting, menjadi peluang untuk membuka jaringan dengan negara mana pun. Terutama mengembangkan pembangunan berkelanjutan dari sektor pariwisata, UMKM dan lainya.

"Jadi berbasis sumber daya lokal disini, dari sektor perikanan menjadi berkelanjutan, berbasis maritim mengarah kesana. Kemudian pariwisata khusunya di Belitung, kita lihat persiapan masyarakat menerima tamu, terbuka antusias, melalui berbagai kegiatan dari UMKM, hingga pameran," lanjutnya.

Sebelumnya, Ridwan Djamaluddin pada seminar International Harnessing The Ecosystem of Aerospace Industry In Indonesia Side Event G20 menyinggung persoalan infalasi di Babel dari faktor mahalnya harga tiket.

Menurutnya, industri penerbangan, sangat relevan dibahas dalam G20 karena persoalan inflasi di Babel ini disebabkan dari harga tiket pesawat yang mahal.

"Salah satu komponen kontributor penyebab inflasi yakni mahalnya harga tiket pesawat. Apalagi Provinsi Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan, yang jelas kebutuhannya adalah mobilitas transportasi udara," ujar Ridwan.

Dikatakannya, industri penerbangan dapat menjadi peluang besar untuk memajukan Indonesia. 

"Jadi hadir industri-industri penerbangan besar dari luar seperti Airbus dan Boeing. Hal ini sesuai dengan semangat G20, yakni semangat kerja sama," harapnya.

Ia mengharapkan, dalam G20 dapat  menghasilkan output yang diperlukan dalam menentukan kebijakan pemerintah. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved