Breaking News:

Nuklir dan Energi Terbarukan Sebagai Mitra

Sebagaimana kita tahu bahwa tujuan dari Paris Agreement (COP21) pada tahun 2015 adalah menghentikan suhu pemanasan bumi dibawah 2 derajat Celsius

Penulis: iklan bangkapos | Editor: M Ismunadi
Ist
Heddy Krishyana, Pengamat Energi 

Oleh:

Heddy Krishyana - Pengamat Energi

SEBAGAIMANA kita tahu bahwa tujuan dari Paris Agreement (COP21) pada tahun 2015 adalah menghentikan suhu pemanasan bumi dibawah 2 derajat Celsius, dengan demikian 195 negara yang mendukung kesepakatan untuk perubahan iklim tersebut perlu berkomitmen mengurangi emisi karbondioksida di masing-masing negara tidak terkecuali Negara Indonesia yang telah meratifikasi Kesepakatan Paris dengan UU No 6 Tahun 2016 seyogyanya sudah harus memulai berjuang mengurangi emisi gas rumah kaca menjadi nol.

Namun demikian RUPTL 2021-2030 disusun oleh PLN dalam 2 skenario bauran energi, yaitu skenario optimal dan karbon rendah.

Dalam skenario optimal pada tahun 2030 batubara ditargetkan 64 persen sedangkan dalam scenario rendah karbon batubara ditargetkan 58 persen.

Target PLN pada tahun 2030 adalah 99.2 GW sehingga jika batubara ditargetkan 64persen bauran energi batubara menjadi 63.5 GW artinya naik dari kondisi pada tahun 2020 yang kapasitas terpasang hampir mencapai 32 GW.

Hal inilah yang menjadi pertanyaan buat para aktivis lingkungan apakah target rendah karbon dapat dicapai pada tahun 2050 sedangkan perencanaan PLN malah sebaliknya bukan menurunkan tapi malah meningkatkan kapasitas terpasang batubara.

Demikian juga jika menggunakan skenario rendah karbon bauran batubara akan mencapai 58 GW pada tahun 2030. Belum dari pembangkit lainnya yang tidak ramah lingkungan.

Perubahan iklim merujuk kepada perubahan jangka panjang suhu dan pola cuaca. Hal ini biasanya disebabkan oleh banyaknya kegiatan manusia, terutama oleh pembakaran bahan bakar fosil.

Kondisi bauran energi di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 65 GW, sekitar 88.5 persen di kuasai oleh pembangkit fosil (Batubara, minyak bumi dan gas bumi) sedangkan sisanya 11.5 persen adalah EBT (Energi Baru dan Terbarukan).

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved