Breaking News:

Berita Kriminalitas

Sugianto Ditetapkan Tersangka, Satreskrim Polres Pangkalpinang Selidiki Keterlibatan SPBU Kampak

Satreskrim Polres Pangkalpinang terus melakukan penyelidikan ke sejumlah pihak termasuk SPBU Kampak terkait pasca penangkapan Sugianto

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Belasan jerigen yang digunakan untuk menimbun BBM jenis solar berhasil dibongkar tim gabungan Polres Pangkalpinang, Selasa (6/9/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satreskrim Polres Pangkalpinang terus melakukan penyelidikan ke sejumlah pihak termasuk SPBU Kampak terkait pasca penangkapan Sugianto (46) yang nekat melakukan penimbunan solar seberat 558 liter.

Sebelumnya pada Selasa (6/9/2022) lalu unit Tipidter Satreskrim Polres Pangkalpinang menangkap basah, Sugianto yang sedang memindahkan solar yang didapatkan dari SPBU Kampak ke drumnya menggunakan tangki truk. 

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra mengatakan, pihaknya kini terus melakukan penyelidikan dan sudah menetapkan Sugianto sebagai tersangka. 

"Kasus BBM kita sudah tetapkan sebagai tersangka, pelaku sudah kita lakukan penahanan. Ini masih kita lakukan penyelidikan SPBU itu keterlibatannya sampai mana, dan ini masih dalam pengembangan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Adi Putra, Jum'at (9/9/2022). 

Baca juga: Bupati Bangka Selatan Ingatkan Masyarakat Tidak Mudah Percaya Beredarnya Whatshap Mengatasnamakannya

Baca juga: Tukang Ojek Pangkalan Simpang Teladan Keluhkan Minimnya Bantuan Pemerintah Pasca Kenaikkan BBM

Dengan serangkaian penyelidikan yang masih dilakukan,  Adi Putra mengungkapkan tidak menutup kemungkinan, ada tersangka lain yang akan terjerat dalam kasus penimbunan solar yang dilakukan Sugianto. 

"Untuk pelaku lain ya tidak menutup kemungkinan, kita masih melakukan pengembangan," tegasnya. 

Diberitakan sebelumnya, pengawas SPBU Kampak Arapat membantah adanya aktivitas pengerit di SPBU yang berada di Jalan Fatmawati, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang

"Kalau kemarin dia bukan ngisi di kami, ku juga sudah ngecek di CCTV kami. Dari plat BN atau nomor polisi juga tahu, lihat CCTV gak ada jadi gak ada ngerit," kata Arapat saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Rabu (7/9/2022) lalu. 

Baca juga: Diduga Rugikan Negara Rp2,4 M, Sekwan dan Tiga Wakil DPRD Bangka Belitung Jadi Tersangka Tipikor

Lebih lanjut SPBU Kampak yang sempat mendapatkan skorsing, kini untuk jumlah pengirim BBM diungkapkan Arapat sudah kembali normal. 

"Kemarin kami sempet diskors juga satu bulan, jadi pengiriman kita distop dulu karena terkendala di pengiriman minyak. Solar dan pertalite itu setiap masuk 8 KL seminggu tiga kali, kalau pertamax 4 KL per dua minggu tergantung dari pihak Pertamina," ungkap Arapat.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved