Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Tukang Ojek Pangkalan Simpang Teladan Keluhkan Minimnya Bantuan Pemerintah Pasca Kenaikkan BBM

Tukang ojek pangkalan Simpang Teladan, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan (Basel) keluhkan minimnya bantuan pemerintah.

Penulis: Adi Saputra | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Adi Saputra
Gusti dan Arsono tukang ojek pangkalan Simpang Teladan, Kecamatan Toboali Bangka Selatan, Jumat (9/9/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tukang ojek pangkalan Simpang Teladan, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan (Basel), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung keluhkan minimnya bantuan pemerintah.

Satu pekan setelah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sangat dirasakan para pekerja jasa angkutan umum.

Diantaranya para tukang ojek yang merasa sangat prihatin dengan adanya kenaikkan harga BBM.

Terutama tidak adanya bantuan pemerintah pusat maupun daerah, yang memberikan bantuan secara langsung sebelum maupun pasca kenaikkan BBM.

Keluhan tersebut disampaikan seorang tukang ojek pangkalan Simpang Teladan Gusti (54).

Ia menyebutkan tidak adanya bantuan bagi mereka dari pemerintah.

"Setahu saya dengan kawan-kawan yang biasa mangkal disini (Simpang Teladan), belum pernah dapat bantuan. Ada kemarin bantuan sembako dari bapak Kapolres Bangka Selatan, baru itulah kami dapatkan," sebut Gusti kepada Bangkapos.com, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Transportasi DPRD Bangka Belitung, Mantan Sekwan Ini Masih Pikir-Pikir Dulu

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi Kaget Ditetapkan Tersangka, Hanya Dipanggil Sekali Jadi Saksi

"Dulu pernah berapa tahun lalu dapat bantuan dari Dinas Perhubungan satu orang Rp500 ribu, itu juga udah lama dan sekarang tidak ada lagi," ucapnya.

Pria yang kurang lebih 17 tahun telah menggeluti profesi sebagai tukang ojek pangkalan ini, mengatakan akibat naikknya harga BBM memiliki dampak bagi tukang ojek pangkalan.

"Tarif penumpang masih yang lama sesuai dengan tujuannya, kami belum naikkan tarif karena susah belum ada aturan yang dikeluarkan pemerintah. Imbas kenaikkan BBM pasti ada, tapi ya kami tetap jalani saja yang penting dapat untuk makan," ungkap Gusti.

Dirinya mengaku sehari-hari biasa mangkal dan mencari penumpang di simpang Teladan, sejak pagi hingga sore hari.

"Dari jam 06.00 hingga 18.00 WIB di sinilah, untuk pendapatan tidak tentu kadang bisa diatas Rp100.000 dan kadang lebih. Ya tergantung penumpang tujuannya kemana, kalau jauh pasti bayarnya mahal tapi kalau dekat tidak terlalu mahal," ungkap Gusti.

Baca juga: Diduga Rugikan Negara Rp2,4 M, Sekwan dan Tiga Wakil DPRD Bangka Belitung Jadi Tersangka Tipikor

Baca juga: Cuaca Bangka Belitung Hari Ini Ekstrem, Seluruh Daerah Bakal Hujan Lebat

Hal senada diucapkan Asrono (47) tukang ojek pangkalan, dirinya mengaku belum pernah mendapatkan bantuan apapun.

"Sama bang tidak ada bantuan yang kami dapatkan, padahal kemarin kami sudah mengajukan kepada Lurah tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya," kata Arsono.

"Padahalkan kami jasa angkutan umum harusnya dapat, tapi sampai sampai ini tidak dapat bantuan. Kami sangat berharap adanya kepedulian pemerintah terhadap tukang ojek pangkalan," harapnya.

Sedangkan pemerintah pusat pada Sabtu (3/9/2022) lalu menaikkan harga Bahan Bakar Minyak.

Dengan adanya kenaikkan harga sangat berdampak bagi para jasa angkutan umum maupun masyarakat. ( Bangkapos.com/Adi Saputra).

 

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved