Breaking News:

Piala Dunia 2022

Inilah Semi Auto Offside Teknologi Baru Pendeteksi Bola dan Pemain di Piala Dunia 2022 Qatar

Perangkat Semi Auto Offside ini merupakan penyempurna alat sebelumnya yakni VAR untuk digunakan di Piala Dunia 2022 Qatar.

Editor: fitriadi
FIFA.com
Logo Piala Dunia 2022 Qatar. FIFA akan menerapkan teknologi terbaru yaitu Semi-automated Offsides (Semi Auto Offside) ini mampu mendeteksi pergerakan bola dan pemain pada Piala Dunia 2022 di Qatar. 

"Teknologi ini adalah puncak dari tiga tahun penelitian dan pengujian khusus untuk memberikan yang terbaik bagi tim," kata Presiden FIFA Gianni Infantino.

" FIFA bangga dengan pekerjaan ini, karena kami menantikan dunia melihat manfaat dari teknologi offside semi-otomatis di Piala Dunia 2022."

" FIFA berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi demi meningkatkan permainan sepak bola di semua tingkatan dan penggunaan teknologi offside semi-otomatis di Piala Dunia 2022 adalah bukti yang paling jelas," kata Gianni.

Sebelumnya, Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, telah mengonfirmasi akan menggunakan teknologi offside VAR semi-otomatis di Piala Dunia Qatar 2022.

Langkah untuk memperkenalkan kemajuan dalam penggunaan VAR untuk turnamen Piala Dunia 2022 tahun ini, telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Setelah uji coba di Piala Arab dan Piala Dunia Antarklub, proses baru yang dapat memangkas pengambilan keputusan VAR dari 70 detik menjadi 25 detik akan di terapkan di Piala Dunia 2022 Qatar.

Collina, mantan wasit final Piala Dunia ketika ia memimpin kemenangan Brasil atas Jerman di Korea/Jepang 2002, mengatakan sekarang saatnya untuk membawa teknologi semi-otomatis, yang selanjutnya akan meningkatkan pengambilan keputusan.

"Kami sangat positif. Sudah siap," kata Collina, dikutip dari FotMob.

"Saya membaca tentang wasit robot. Saya mengerti ini sangat bagus untuk berita utama, tetapi tidak demikian halnya.

“Para ofisial pertandingan masih terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Teknologi semi-otomatis hanya memberikan jawaban ketika seorang pemain dalam posisi offside saat memainkan bola.

"Penilaian untuk mengganggu lawan dan melihat apakah handball atau pelanggaran dilakukan tetap menjadi kebijaksanaan wasit. Tujuan kami adalah membuat wasit mengambil keputusan dengan benar di lapangan.

"Jika terjadi sesuatu yang salah, wasit dapat memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi, tetapi masih ada ruang untuk diskusi," jelas Collina.

Teknologi semi-otomatis ini akan menggunakan sensor dalam bola, rig kamera multi-pelacakan khusus, dan 29 titik data cepat pada pemain untuk membantu menghitung posisi yang tepat.

(Tribunnews.com/Deivor/Bangkapos.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved