Breaking News:

Potret Tangan Ratu Elizabeth II Memar dan Berbintik Sebelum Wafat, Dokter Ungkap Dugaan Ini

Ketika pertemuan digelar di Istana Balmore, punggung tangan kanan Ratu Elizabeth II menghitam ketika menjabat tangan Liz Truss PM Inggris

Instagram @theroyalfamily
Tangan Ratu Elizabeth II terlihat memar saat bertemu Perdana Menteri Inggris, Liz Truss, Selasa (6/9/2022). Pertemuannya dengan Truzz menjadi kemunculan publik Ratu yang terakhir sebelum meninggal dunia, Kamis (8/9/2022). 

"Apa yang terjadi dengan tangan Ratu? Seluruhnya membiru dan ungu," tulis akun @kvantefoto.

"Ratu tampaknya memiliki masalah sirkulasi.. tangannya membiru."

Tangan ayah dan ibuku juga seperti itu. Aku pikir ada hubungannya dengan kulit yang menipis seiring bertambahnya usia dan karena itu lebih rentan biru," timpal pengguna Twitter lainnya, dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com.

Baca juga: Penemuan Mayat Terbakar Diduga PNS Semarang, Sebelumnya Jadi Saksi Kasus Korupsi

Baca juga: Ammar Zoni Ganti Nama Anak Keempatnya, Suami Irish Bella Sempat Panik: Kayak Trauma

Tidak hanya itu beberapa pengguna Twitter turut membandingkan foto Ratu Elizabeth II pada tahun 2019 dan 2022.

Foto yang diunggah memperlihatkan perbedaan yang mencolok tentang kondisi nenek dari Pangeran William dan Pangeran Harry itu selama tiga tahun terakhir.

"Tidak mengherankan pada usianya, tetapi mulai terlihat sangat lemah," cuit salah satu pengguna Twitter.

Namun seorang dokter mengungkap kemungkinan pilu soal kondisi tubuh sang ratu yang sebenarnya.

Dokter Deb Cohen-Jones yang tinggal di Perth, Australia Barat mengatakan foto tangan Ratu Elizabeth II ketika dia tengah berfoto bersama Liz Truss adalah gejala nyata bahwa kondisi kesehatan sang ratu tengah menurun.

Dalam foto tersebut, tangan Elizabeth memang tampak berwarna keunguan.

Menurut Jones, warna ungu di tangan Elizabeth merupakan akibat dari adanya penyakit pembuluh darah perifer.

"Sepertinya ada kemungkinan bukti penyakit pembuluh darah perifer.

Itu adalah gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan pembuluh darah di luar jantung dan otak menyempit atau tersumbat," ungkapnya kepada Femail.

Jones juga menyebut kondisi itu berbahaya lantaran bisa mengakibatkan gagal jantung.

"Kadang-kadang kondisi ini bisa mengakibatkan gagal jantung.

Halaman
123
Sumber: TribunNewsmaker
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved