Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Terkait Usulan Pembentukan Asosiasi Produsen Arak di Bateng, Apri Panzubi: Ini Dapat Picu Polemik

Pernyataan itu jelas kontradiksi dan memicu diedarkannya arak secara luas. Hal ini justru menjadi suatu yang memilukan.

Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Anggota Komisi II DPRD Bangka Tengah, Apri Panzupi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bangka Tengah (Bateng), Apri Panzupi menyayangkan adanya usulan pembentukan asosiasi produsen arak di Kabupaten Bangka Tengah.

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan Me Hoa, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bateng yang meminta pemerintah daerah untuk membentuk asosiasi produsen arak agar produksi arak tidak digunakan sembarangan dan mudah dikontrol produksinya.

"Di Islam itu jelas arak itu haram, jadi pernyataan Me Hoa untuk arak itu tidak bisa digeneralisir kondisi arak di Bangka Tengah," ucapnya kepada Bangkapos.com pada Minggu (11/9/2022) sore.

Menurutnya, pernyataan itu jelas kontradiksi dan memicu diedarkannya arak secara luas. Hal ini justru menjadi suatu yang memilukan.

Di sisi lain, Apri menilai pernyataan Me Hoa sebenarnya sah saja asal disampaikan untuk golongan tertentu dan tidak muncul ke publik.

"Karena statement ini muncul ke publik, ini yang dipermasalahkan apalagi beliau merupakan Ketua DPRD Bangka Tengah," katanya.

Anggota Komisi II DPRD Bateng ini pun tak mempermasalahkan jika arak digunakan sebagai tradisi tertentu. Namun karena pernyataan Me Hoa yang mencuat ke publik, hal tersebutlah yang memicu polemik.

Kata Apri, Me Hoa sebagai Ketua DPRD Bateng mesti berdiri di atas semua golongan.

"Kalau untuk tradisi tertentu ya silahkan asalkan jangan disampaikan kepada publik secara general," tegasnya.

Sebab dikatakannya, dari sisi hukum normatif yang berlaku di Indonesia telah mengatur secara jelas arak itu dilarang dan tidak diedarkan secara luas.

Oleh karena itu dia berharap, Me Hoa lebih bijak lagi dalam menyampaikan pernyataannya ke publik supaya tidak memicu polemik.

"Sangat disayangkan, karena saat ini kan kita fokus penanganan stunting, gizi buruk , kalau ada statement dari Ketua DPRD seperti itu," tandasnya.

(Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved