Breaking News:

Berita Kriminal

Lagi, Jaksa Tahan Dua Tersangka Korupsi BPRS, Penasihat Hukum: Seharusnya Tidak Masuk Tipikor

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar), kembali menahan dua orang tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi PT BPRS

Penulis: Yuranda | Editor: Fery Laskari
Lagi, Jaksa Tahan Dua Tersangka Korupsi BPRS, Penasihat Hukum: Seharusnya Tidak Masuk Tipikor - 20220912-Tersangka-Korupsi-BPRS.jpg
bangkapos.com
Dua tersangka tindak pidana korupsi PT BPRS Cabang Muntok, Bangka Barat ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, Senin (12/9/2022).(Bangkapos.com/Yuranda)
Lagi, Jaksa Tahan Dua Tersangka Korupsi BPRS, Penasihat Hukum: Seharusnya Tidak Masuk Tipikor - 20220912-Tersangka-Korupsi-BPRS-2.jpg
bangkapos.com
Dua tersangka tindak pidana korupsi PT BPRS Cabang Muntok, Bangka Barat ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, Senin (12/9/2022)(Bangkapos.com/Yuranda)

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat (Babar), kembali menahan dua orang tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cabang Muntok, Senin (12/9/2022) sore.   

Kedua orang tersangka masing-masing berinisial IIS yang merupakan nasabah di PT BPRS dan AF merupakan marketing di PT BPRS Cabang Muntok, Bangka Barat. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (8/9/2022).

Para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi, memanipulasi data dan merugikan uang negara sebesar Rp250 juta.

Diketahui sebelumnya, perkara ini berkaitan pada kasus yang menjerat Kurniatiyah Hanom, Pimpinan Cabang BPRS Muntok, yang melakukan Tipikor dan merugikan negara sebesar Rp5,6 miliar.

IIS dan AF diperiksa oleh jaksa selama delapan jam, mereka dicecar pertanyaan oleh jaksa dimulai pada Pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Selanjutnya keduanya keluar dengan menggunakan rompi warna merah bertuliskan tahanan kejaksaan.

IIS yang merupakan ibu rumah tangga ini tampak keluar dari ruangan pemeriksaan dalam tangan terborgol disusul AF juga dalam kondisi yang sama.

Kasi Tindakan Pidana Khusus (Pidsus), Kajari Bangka Barat, Anton Sujarwo mengatakan, hari ini, Senin (12/9/2022), pihaknya telah resmi menetapkan keduanya sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

"Penahanan kami lakukan selama 20 hari kedepan. Terhitung dari 12 September sampai 1 Oktober 2022 mendatang. IIS dan AV yang bersangkutan telah diperiksa oleh jaksa dan pada saat ini kami lakukan penahanan," kata Anton Sujarwo di Kajari Babar, Senin (12/9/2022).

Kata Anton, untuk kronologis singkatnya, tersangka IIS ini adalah nasabah di BPRS melakukan peminjaman uang sebesar Rp250 juta. Pada saat melakukan peminjaman menemui Kurniatiyah Hanom selaku kepala Cabang BPRS.

Kemudian Kurniatiyah Hanom memanggil AV selaku marketing di BPRS untuk melakukan verifikasi data survei untuk memastikan anggun IIS selaku permohonan.

Namun katanya, kedua tersangka ini sudah melakukan rekayasa data, survei yang seharusnya dilakukan tidak dilakukan dan anggunan yang disodorkan oleh permohonan ke BPRS tidak sesuai.

"Selanjutnya pada hari ini juga, dalam putus ini dua alat bukti yang cukup berdasarkan Pasal 184 KUHP untuk itu kami melakukan penahan. Yang dipinjamkan oleh IIS ini uang negara, jadi keuangan negara yang dipinjamkan oleh tersangka IIS," kata dia.

"Kemudian marketing PT BPRS berinisial AF ini melakukan diduga manipulasi data dan verifikasi tidak jelas dan tidak pernah melakukan survei ke lapangan. Anggunan yang menjadi jaminan IIS ini hanya anggunan tahan yang bernilai Rp38 juta dan tidal mencukupi untuk memplafon pinjaman 250 juta tersebut," jelasnya. 

Akibat tindakan keduanya, melanggar Pasal 2, Pasal 3 Juncto Pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi sebagaimana sudah diubah dan ditambah undangan nomor 20 tahun 2001 perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat ke 2 KUHP.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved