Jumat, 10 April 2026

Tribunners

Sekolah PK Mencetak Karakter Siswa Hadapi Revolusi Industri 4.0

Bimbingan konseling merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu peserta didik

Editor: suhendri
ISTIMEWA
Fitrianis, S.Pd. - Guru Psikologi Pendidikan Bimbingan dan Konseling SMKN 3 Pangkalpinang 

Oleh: Fitrianis, S.Pd. - Guru Psikologi Pendidikan Bimbingan dan Konseling SMKN 3 Pangkalpinang

DUNIA pendidikan tak hanya dituntut mengikuti perkembangan dunia teknologi untuk mempermudah dalam proses kegiatan belajar dan mengajar. Namun juga tak kalah penting membangun karakter peserta didik. Sebab, pendidikan di sekolah menengah, terutama sekolah kejuruan tak hanya mengarahkan peserta didik siap bersaing di era global dan kemajuan teknologi, tetapi juga dituntut memiliki integritas dan berkualitas.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, mengatur bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah, yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu. Untuk menghasilkan tenaga terampil memiliki kemampuan sesuai dengan tuntunan persyaratan dunia kerja, serta bisa mengembangkan diri untuk mampu beradaptasi dengan seni, pengetahuan , dan teknologi. Dengan demikian, adanya program sekolah pusat keunggulan (PK) yang tak lain tujuannya mewujudkan program sekolah menengah kejuruan (SMK) memiliki keahlian tertentu peningkatan kualitas, kuantitas, dan kinerja.

Program sekolah PK di SMKN 3 Pangkalpinang sendiri sudah berlangsung enam bulan, dirancang sesuai dengan keadaan situasi sekolah secara integritas dengan memperhatikan tujuan dunia kerja. Untuk menjalankan program sekolah PK ini, tentu kualitas pendidik di SMKN 3 Pangkalpinang terus ditingkatkan, di antaranya dalam pelaksanaan IHT (In House Training) bertema Merdeka dalam Belajar.

Dalam kegiatan tersebut guru mendapatkan pembekalan dalam Kurikulum Merdeka Belajar selama dalam 10 hari kerja. Selain itu, kemampuan guru dipertajam diasah keterampilannya seperti upgrade pedagogisnya. Karena pada masa pandemi menuju masa endemi, pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat yang sedang berlangsung saat ini, Dirjen Pendidikan Vokasi Sekolah menekankan hal yang menjadi pusat keunggulan, bukanlah membentuk yang diibaratkan Menara Gading, atau membanding-bandingkan dengan sekolah favorit di sekolah lainnya.

Dalam hal ini, penulis mengupas bagaimana kegiatan program sekolah PK SMKN 3 Pangkalpinang, di mana penulis bertugas sebagai guru bimbingan konseling (BK). Tentunya guru BK atau konselor dalam hal ini menyelenggarakan kegiatan bimbingan konseling di sekolah, lalu kepala sekolah memfasilitasi layanan di sekolah, supervisi dan layanan evaluasi layanan bimbingan konseling.

Bimbingan konseling merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu peserta didik. Dalam konten era 4.0 layanan bimbingan konseling, tidak hanya mengarah pada dukungan aspek akademis dan keterampilan teknik (hardskill). Namun juga berkembang pada ke karakter atau softskill yang harus dimiliki peserta didik dan lulusan SMK. Salah satu contoh profil beberapa peserta didik di SMKN 3 Pangkalpinang yang bernalar kritis, mampu secara optimal mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya.

Berkolaborasi dengan dunia usaha dunia industri (DU-Di) dan perguruan tinggi baik yang di dalam kota dan di luar, akan berdampak menaikan kualitas peserta didik. Program sekolah pusat keunggulan atau SMK PK makin terhubung dengan industri mencakup proses pembelajaran dan memperkuat citra, atau branding sekolah sebagai Young Entrepreneur.

Tentu peran manajemen sekolah yang aktif memengaruhi kepada kemitraan industri untuk praktik magang atau prakrin peserta didik. Dengan demikian, sekolah pusat keunggulan menjadi pusat peningkatan kualitas kinerja agar makin relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun industri.

Membuka jalan untuk revitalisasi dari guru ke peserta didik. Revitalisasi adalah cara yang dilakukan untuk meningkatkan atau menghidupkan, menggiatkan suatu program dapat ditingkatkan dan dimanfaatkan dengan lebih baik. Tujuannya agar guru bisa melakukan diversifikasi kegiatan pembelajaran, dengan mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik, aktif bernalar kritis, kreatif dan produktif sehingga peserta didik dapat memperkuat sumber daya manusia dan generasi yang akan datang sebagai dampak positif sekolah pusat keunggulan.

Seperti dikatakan Agus Sugihartono sebagai Kepala SMKN 3 Pangkalpinang, bahwa kepala sekolah bukan sekadar pemimpin tetapi juga menjadi CEO (Chief Executive Officer) sehingga kepala sekolah punya pemikiran jauh ke depan, yang mampu membawa sekolah tidak ubahnya seperti perusahaan, membawa seluruh sekolah untuk menanamkan jiwa entrepreneur. BERSAMA KITA BISA mewujudkan generasi untuk masa yang akan datang. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved