Bangka Pos Hari Ini

Sepeda Motor Makin Laris, Imbas Tarif Ojek Online Naik

Survei Polling Institute mengungkap bahwa para pengguna ojek online (ojol) akan beralih ke  kendaraan pribadi serta mengkombinasikan keduanya.

Penulis: M Ismunadi CC | Editor: M Ismunadi
Bangkapos.com
Bangka Pos Hari Ini, Senin, 12 September 2022. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Survei Polling Institute mengungkap bahwa para pengguna ojek online (ojol) akan beralih ke  kendaraan pribadi serta mengkombinasikan antara ojek online dengan kendaraan pribadi untuk mobilitas.

Tercatat ada sebanyak 14 persen masyarakat yang memilih mengkombinasi antara ojol dengan kendaraan pribadi.

Sementara sebanyak 26,6 persen memilih beralih ke kendaraan pribadi.

Pakar Transportasi Publik Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mewajarkan beralihnya publik dari penggunaan transportasi ojek online ke kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor.

Menurutnya, masyarakat yang biasa menggunakan ojol beranggapan akan lebih efisien menggunakan sepeda motor setelah tarif ojol resmi mengalami kenaikan.

“Sekarang orang akan lebih banyak pindah ke sepeda motor. Motor-motor terbaru itu satu liternya ada yang 62 km. Ini luar biasa,” kata Yayat Supriyatna saat Rilis Survei Nasional Polling Institute secara virtual, Minggu (11/9/2022).

“Jadi sekali lagi kalau survei tadi mengatakan bahwa kemungkinan besar orang akan pindah ke sepeda motor, benar,” tambah Yayat Supriyatna.

Ia merinci, sepeda motor yang ada saat ini, setidaknya mampu menempuh 40 kilometer dengan konsumsi bahan bakar sebanyak 1  liter bensin.

Sementara itu, dengan menggunakan ojol atau bahkan angkutan umum, masyarakat perlu merogoh kocek lebih dalam.

Terlebih angkutan umum atau ojek online belum tentu bisa mengantar pengguna sampai langsung ke titik lokasi dan kembali ke  rumahnya.

Sedangkan kendaraan pribadi, lanjut dia, dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan publik.

Dengan asumsi BBM jenis Pertalite yang Rp10.000 per liternya dan masyarakat dengan mobilitas 5 hingga 10 km per hari, maka  akan lebih efisien menggunakan sepeda motor.

“Kalau Rp10 ribu itu bisa dua sampai empat hari. Kalau mereka yang naik angkot, Rp10-20 ribu dia cuma satu hari,” kata Yayat.

“Jadi orang memperbandingkan uang Rp10.000 itu bisa berapa hari. Karena kekuatan sepeda motor ada pada super hematnya itu
dalam konteks penggunaan energi dengan jarak yang ditempuh,” sambungnya.

Lebih lanjut Yayat mengatakan dengan kecenderungan semakin banyaknya masyarakat menggunakan kendaraan pribadi, maka kendaraan bekas berpotensi semakin diminati masyarakat.

“Jadi di sinilah potensi peralihan. Kecenderungannya kemungkinan besar motormotor seken (bekas, red) itu akan laku kembali,  motor-motor yang super hemat ini akan naik lagi,” ujarnya.

Yayat beranggapan hal itu dapat terjadi mengingat masyarakat akan menekan pengeluaran setelah harga BBM resmi naik, disusul penyesuaian tarif ojol dan angkutan umum.

“Jadi kekuatan angka itu dengan capaian liternya itu yang kemungkinan besar, penyebab jarak tempuh dekat tapi mahal naik angkot
dan ojol kemungkinan besar akan membuat orang akan berpindah karena penghematan yang luar biasa,” tutur Yayat.

Inflasi Naik

Adanya kenaikan tarif ojek online (ojol) diprediksi akan menghadirkan sejumlah permasalahan, salah satunya lonjakan inflasi.

Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, ekosistem layanan daring ini telah digandrungi dan melekat dengan aktivitas harian di masyarakat.

Sehingga, adanya kenaikkan tarif ojol akan meningkatkan biaya transportasi yang harus dikeluarkan oleh masyarakat.

Kemudian, lanjut Huda, lonjakkan inflasi dapat menghadirkan efek domino.

Dalam hitung-hitungannya, jika kenaikan tarif ojol berkontribusi terhadap inflasi sebesar 0,5 persen, maka efeknya akan mempengaruhi penurunan produk domestik bruto (PDB) hingga berpotensi menurunkan jumlah tenaga kerja di Indonesia.

“Ada penurunan PDB sebesar Rp436 miliar yang menyebabkan gaji atau upah tenaga kerja nasional secara riil turun 0,0006 persen,” ucap Nailul Huda.

“Kemudian, hal tersebut juga berpotensi menurunkan jumlah tenaga kerja sebesar 869 jiwa. Dan berpotensi ada kenaikan jumlah penduduk miskin 0,04 persen,” sambung Nailul Huda.

Driver Senang

Kenaikan tarif ojol pun mendapatkan tanggapan positif dari para driver di lapangan.

“Setelah sekian lama tidak ada kenaikan tarif, bahkan sebelumnya turun beberapa kali, dini hari tadi dapat pesan resmi dari Gojek Indonesia yang menginformasikan kenaikan tarif bawah dan atas,” kata Ismail (42), seorang pengemudi ojol.

Ismail juga menyampaikan apresiasinya kepada Kemenhub yang sebelumnya telah memutuskan adanya kenaikan tarif.

“Terima kasih kepada Kemenhub yang sudah mendengar keluh kesah driver di lapangan, dan juga Gojek yang langsung merespon  dengan cepat tentunya,” tutur Ismail.

Menurutnya, dengan kenaikan tarif ini akan sangat membantu pendapatan mitra driver yang terimbas kenaikan BBM dan kenaikan biaya operasional serta harga kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, ini bisa membantu untuk sedikit mengurangi biaya pengeluaran harian. Soalnya, setelah kenaikan harga BBM, diikuti dengan kenaikan bahan pokok lainnya. Semoga ini adalah pilihan terbaik, dan manfaatnya tidak hanya untuk kami driver ojol, tapi juga kepada konsumen yang menjadi pelanggan ojol dan juga seluruh UMKM,” kata Ismail.

Ia menuturkan, selain GoRide, Gojek salah satu aplikator nasional juga menaikkan tarif GoCar, GoFood, GoSend dan GoMart. 

Kenaikan dilakukan oleh Gojek guna membantu pendapatan pengendara sesudah harga BBM mengalami kenaikan pada tanggal 3 September lalu.

“Dari pesan yang saya dapat, kenaikannya tidak hanya berlaku untuk layanan Goride, tapi semua layanan lainnya seperti Gofood, Gomart, Gosend. Bahkan, teman-teman Gocar juga menginformasikan perihal kenaikan harga ini,” ujar Ismail.

Dorong Pendapatan Maksimal

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek, Rubi W. Purnomo dalam keterangan yang diperoleh Tribun mengatakan pihaknya juga secara proaktif melakukan penyesuaian tarif bagi layanan GoCar, GoFood, GoSend, dan GoMart.

Hal ini untuk mendorong potensi pendapatan maksimal bagi para mitra driver.

Menurut manajemen Gojek, penyesuaian tarif ini diharapkan dapat mendukung mitra driver memenuhi biaya operasional sehari-hari.

“Sekaligus memastikan Gojek dan para mitra driver dapat selalu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan,” pungkas Rubi. (Tribun Network/fal/ism/lta/wly)

Sumber: bangkapos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved