Breaking News:

Berita Sungailiat

Bupati dan Forkopimda Bangka Sosialisasi Pendataan Awal Regsosek

Bupati Bangka Mulkan menandatangani komitmen bersama Forkopimda Bangka dan sosialisasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi  (Regsosek)

Penulis: edwardi | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Edwardi
Bupati Bangka Mulkan menandatangani komitmen bersama Forkopimda Bangka dan sosialisasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Selasa (13/09/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Mulkan menandatangani komitmen bersama Forkopimda Bangka dan sosialisasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi  (Regsosek) Tahun 2022 di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Selasa (13/09/2022).

Kegiatan ini diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka  guna mendukung kelancaran kegiatan lapangan Regsosek yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia tanggal 15 Oktober – 14 November 2022. 

Kepala BPS Kabupaten Bangka, Dewi Savitri mengatakan berdasarkan lnstruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dengan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Statistik, Badan Pusat Statisilik (BPS) akan menyelenggarakan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022. 

"Regsosek merupakan pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang terdiri dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial dengan cakupan 100 persen penduduk Indonesia," jelas Dewi.

Baca juga: Tenaga Honorer Bakal Dihapus, Pemkot Pangkalpinang Lakukan Pendataan

Baca juga: Pendataan Tenaga Honorer, Ombudsman Babel Sebut Berpotensi Terjadi Maladministrasi

Dilanjutkannya, data Regsosek yang dihasilkan nantinya dapat digunakan sebagai data rujukan untuk integrasi program perlindungan sosial dan juga pemberdayaan ekonomi dalam tata kelola Satu Data Indonesia. 

"Selaras dengan tujuan dari kegiatan Regsosek maka tagline yang diusung dalam kegiatan pendataan awal regsosek ini adalah Satu Data Program Perlindungan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat,” kata Dewi.

Diungkapkannya, pendataan awal Regsosek Kabupaten Bangka dilakukan oleh 501 petugas yang terdiri dari pegawai organik BPS Kabupaten Bangka, mitra BPS dan rekrutmen petugas baru yang memenuhi syarat dengan melibatkan desa/kelurahan. 

"Peran Ketua RT sangat penting dalam kegiatan verifikasi tingkat kesejahteraan keluarga, sehingga BPS mengharapkan kepala desa/lurah dapat melakukan sosialisasi kegiatan tersebut kepada perangkat desa/kelurahan, PSM, Kaling/Kadus, Ketua RT di wilayah masing-masing demi suksesnya pelaksanaan Pendataan Awal Regsosek Tahun 2022," jelasnya.

Bupati Bangka Mulkan menandatangani komitmen bersama Forkopimda Bangka dan sosialisasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi  (Regsosek) Tahun 2022 di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Selasa (13/09/2022).
Bupati Bangka Mulkan menandatangani komitmen bersama Forkopimda Bangka dan sosialisasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022 di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat, Selasa (13/09/2022). (Bangkapos.com/Edwardi)

Sementara itu Bupati Bangka Mulkan  mengajak semua stakeholder untuk mengentaskan kemiskinan bersama. Dalam penanganan Covid-19 kita secara bersama dan menjadi role model NKRI agar menyelesaikan semua masalah. 

"Hari ini kita satu persepsi agar bergandeng tangan untuk memerangi bersama angka Kemiskinan mencapai 4 lebih persen untuk Indonesia," kata Mulkan.

Baca juga: Dapat Ultimatum DPRD Soal Banjir, Wali Kota Pangkalpinang Sebut Sudah Anggarkan Dana Miliran Rupiah

Diakuinya, pemerintah pusat sudah mengambil langkah memberikan subsidi agar tepat sasaran. Tetapi kita sudah melaksanakan subsidi ini namun angka Kemiskinan belum tepat sasaran. Sehingga dilakukan reevaluasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran. 

"Dimulai dari pendataan yang benar-benar dilihat dalam struktur di masyarakat dalam keluarga. Mulai dari bantuan subsidi satu tahun mencapai satu triliun, jika dihitung sangat luar biasa. Tetapi secara konkrit tidak dapat mengurangi angka kemiskinan yang ada, sehingga pendataan ini akan dilakukan segera," kata Mulkan.

( Bangkapos.com'> Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved