Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mampu Raup Rp 200 Ribu Per Hari, Pemulung Ini Ajak Keluarga Datang ke Pangkalpinang

Anshori mengungkapkan pengawasan terkait para pemulung jauh lebih mudah di Kota Pangkalpinang dibandingkan di tempat asalnya Palembang.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Aryani bersama anaknya saat berada di Polres Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mudahnya mengais rejeki di Kota Pangkalpinang mampu dimanfaatkan Ashori (60) yang sehari-harinya merupakan seorang pemulung asal Kota Palembang. Ia kini berencana mengajak keluarga untuk mengikuti jejaknya di Kota Beribu Senyuman.

Memanggul karung setinggi sekitar satu meter yang berisi berbagai botol plastik, Anshori mengungkapkan dirinya memang sengaja datang ke Pangkalpinang pada 2017 lalu untuk memulung.

"Udah sekitar enam tahun datang kesini (Pangkalpinang), lumayanlah biasa seminggu dapat Rp 250 ribu. Kalau anak ada lima tapi ini rencana ada dua anak yang mau ku panggil ke sini," ujar Anshori, Selasa (13/9/2022). .

Selain berkeliling mencari botol bekas dari pantauan Bangkapos.com, Anshori ini juga kerap berada di simpang lampu merah Ramayana untuk mencari rezeki dari para pengendara.

Bahkan dalam wawancara, Anshori mengungkapkan pengawasan terkait para pemulung jauh lebih mudah di Kota Pangkalpinang dibandingkan di tempat asalnya Palembang.

"Waktu di Palembang itu becak sama mulung, tapi lebih enak mulung aja disini. Kalau di Pangkalpinang banyak barang buangan, kalau di Palembang itu di kontainer terus diawasin juga sampah itu," jelasnya.

Senada, pemulung lain yakni Aryani warga Kace, Kabupaten Bangka ini juga mengungkapkan mampu mendapatkan Rp200 ribu per harinya.

Namun Aryani tak menampik uang Rp200 ribu per harinya bukan didapatkan dari hasil mulung barang bekas, namun jumlah tersebut merupakan pemberian masyarakat Kota Pangkalpinang.

"Keliling setiap hari lah kalau badan gak sakit, kalau mulung udah lama dari anak ku masih kecil sampai sekarang anak ku udah 17 tahun. Kalau dikasih orang kadang dapat Rp200 ribu lebih setiap harinya, tapi kadang tengah sepi dibawah Rp 100 ribu juga ada," ucap Aryani.

Mirisnya dengan pendapatan yang tergolong tinggi tersebut, Aryani sengaja mengajak anaknya yang masih berumur lima tahun untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Tak peduli panas terik matahari hingga dinginnya hujan, dengan menggunakan gerobak buah hatinya hanya diberikan payung untuk dapat bertahan saat ibu lima orang anak ini berkeliling Kota Pangkalpinang.

"Biasa dari pagi sampai maghrib, tapi gak tentu lah keliling kampung dul atau Girimaya biasanya. Kalau anak ada lima, ini diajak untuk nemenin bekisah lah biar gak sepi," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved